Simaklah Konsolidasi Pimpinan DPRD KBB ke Bupati soal Sekda Dinilai Tepat

Pengamat politik serta pemerintahan Djamu Kertabudi memandang langkah koalisi unsur pimpinan DPRD KBB ke Bupati Aa Umbara Sutisna kemarin ialah satu langkah pas.

Tidak hanya untuk memperoleh jalan keluar serta pandangan sama terkait dengan persoalan di KBB, pertemuan itu sekaligus juga memperingatkan bupati jika KBB telah kelamaan di pimpin oleh seseorang penjabat (Pj) Sekda.

Baca Juga : regulasi adalah

“Pertemuan itu mempunyai arti cukuplah strategis. Tidak hanya menjadi usaha koalisi, yang menarik ialah DPRD memperingatkan supaya Bupati selekasnya menyelesaikan proses penentuan Sekda KBB definitif,” kata Djamu pada SINDOnews, Sabtu (12/1/2018).

Ia memandang, jalinan Bupati serta DPRD sederajat, menjadi partner sejajar penyelenggara pemerintahan daerah. Konstruksi konstitusional semacam ini dalam tataran praktek, dibutuhkan sinergitas supaya ke-2 instansi daerah baik eksekutif ataupun legislatif dapat bersama memandang ke depan. Terutamanya dalam merangkum serta melahirkan kebijaksanaan daerah dalam rencana penuhi harapan penduduk KBB.

Langkah strategis yang dikerjakan pimpinan DPRD KBB itu menjadi bentuk koalisi untuk membuat pandangan yang sama terkait dengan persoalan yang ditemui.

Seperti di bagian pemerintahan, kemasyarakatan, serta pembangunan, untuk jadikan rumor strategis menjadi basic perlakuan selanjutnya. Akan tetapi sayangnya pertemuan itu tidak didatangi oleh wakil bupati yang disebut paketan dari pimpinan di eksekutif.

Perihal yang menarik buat dianya dalam pertemuan itu ialah, DPRD memperingatkan serta menggerakkan bupati untuk menyelesaikan proses penentuan Sekda definitif yang berjalan berlarut-larut.

Memang disaksikan dari bagian praktis, seperti tidak ada permasalahan peranan yang dikerjakan Pj Sekda yang mempunyai waktu kerja semasing tiga bulan. Dimana sampai sekarang telah alami 4x pergantian, yaitu dari Aseng Junaedi, Wandiana, Wahyu Diguna, sampai Pj Sekda sekarang ini Asep Ilyas.

“Dari segi kepemimpinan di pemerintahan, Pj Sekda ini memang dapat menjalankan peranannya. Tetapi jika disaksikan dari segi kebijaksanaan menjadi tindak lanjut dari manajemen SDM Perangkat yang ditata PP Nomer 11/2016, belumlah berjalan seperti harusnya. Ini tentunya bisa menjadi object pelajari kapasitas pemerintahan daerah oleh pemerintah pusat,” tutur ia.

Simak Juga : konsolidasi adalah

Terpisah Penjabat (Pj) Sekda KBB Asep Ilyas menjelaskan, menjadi profil yang dikasih amanat, ia berupaya untuk memberi dukungan kebijaksanaan yang sudah dibikin Bupati.

Perihal ini untuk wujudkan visi misi serta slogan ‘KBB Lumpaaat’ yang sudah diputuskan, dalam wujudkan pembangunan di penduduk serta penambahan kapasitas birokrasi.

“Kami selalu harus memberi dukungan kebijaksanaan bupati, termasuk juga menggerakkan supaya Sekda definitif selekasnya diputuskan untuk lebih menyukseskan kembali program-program yang sudah dibikin bupati,” kata Asep.

This entry was posted in Ceritaku. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *