AS Tidak Mencampuri Masalah Kanada-Saudi soal HAM

AS Tidak Mencampuri Masalah Kanada-Saudi soal HAM – Amerika Serikat terjepit di antara kisruh diplomatik dua sekutu dekatnya, Arab Saudi dan Kanada, baru-baru ini soal catatan hak asasi manusia (HAM) pemerintah Raja Salman.

Gedung Putih melalui Kementerian Luar Negeri AS menolak berpihak pada salah satu sekutunya itu dengan mengatakan permasalahan itu harus diselesaikan antara kedua negara yang bertikai.

Pernyataan itu diutarakan Washington menyusul cekcok diplomatik antara Riyadh dan Ottawa hingga memicu pengusiran duta besar Kanada dari Saudi. Cekcok kedua negara bermula dari protes yang dilontarkan Kanada terhadap Kerajaan Saudi. Ottawa berulang kali menuntut Riyadh membebaskan sejumlah aktivis yang masih ditahan, salah satu yang ditangkap adalah pegiat HAM Samar Badawi.

Penangkapan ini dilakukan beberapa minggu setelah puluhan pegiat hak perempuan ditahan dan dituduh membahayakan keamanan nasional serta bekerja sama dengan musuh negara. Meski begitu, sebagian dari pegiat hak perempuan Arab Saudi ini telah dibebaskan.

Tuntutan Kanada tersebut dianggap pemerintah Raja Salman sebagai bentuk “campur tangan” atas masalah dalam negerinya. Selain mengusir duta besar Kanada, Riyadh juga turut menarik duta besarnya di Ottawa.

Tak hanya itu, Saudi bahkan memutus hubungan dagang dan kerja sama pendidikan dengan Kanada. Maskapai Saudi Arabia juga dilaporkan menyetop penerbangan langsung dari dan menuju Ottawa akibat kisruh ini. Kerajaan juga disebut berencana memulangkan seluruh warga Saudi yang tengah melakukan perawatan medis di Kanada.

Meski menyatakan tak berpihak, Nauert mengatakan AS tetap khawatir terkait sikap Saudi yang masih menahan para aktivis tersebut. Washington mendesak Riyadh untuk menghormati proses hukum bagi para tawanan aktivis.

Salah seorang pejabat Kemlu AS lainnya mengatakan Gedung Putih tengah meminta Riyadh memberikan informasi lebih terkait penangkapan sejumlah aktivis tersebut.

Pemimpin Korut dan Presiden Korsel Berencana Gelar Pertemuan Ketiga

Pemimpin Korut dan Presiden Korsel Berencana Gelar Pertemuan Ketiga – Pejabat Korea Selatan dan Korea Utara akan menggelar pertemuan pada pekan depan untuk mempersiapkan pertemuan tingkat tinggi (KTT) antara Presiden Moon Jae-in dan Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un.

Kementerian Unifikasi Korsel mengatakan pertemuan pejabat kedua Korea akan berlangsung pada Senin (13/8) di utara Desa Gencatan Senjata Panmunjom. Kementerian tersebut mengatakan rapat digelar demi “mendiskusikan persiapan KTT Korut-Korsel”.

Menteri Unifikasi Cho Myoung-gyon akan memimpin delegasi Korsel dalam pertemuan awal pekan depan. Cho pada bulan lalu telah mengunjungi Pyongyang untuk menyaksikan pertandingan persahabatan bola basket antara kedua Korea.

KTT Inter-Korea ini akan menjadi pertemuan ketiga antara Moon dan Kim selama 2018. Pertemuan perdana keduanya terjadi pada April lalu, sementara tatap muka kedua kalinya terjadi sebulan setelahnya yang tak cukup besar terekspos media.

Dikutip AFP, meski Kementerian Unifikasi Korsel tak menjelaskan perkiraan lokasi KTT ketiga berlangsung, Presiden Moon sebelumnya pernah mengatakan bahwa dia ingin mengunjungi Kim Jong-un di Pyongyang pada musim gugur ini. Keinginan itu diutarakan Moon tak lama setelah pertemuan perdananya dengan Kim Jong-un berlangsung.

Kementerian Unifikasi Korsel mengatakan tawaran bertemu datang dari sisi Korut yang disebut menyarankan kedua pihak mengadakan pembicaraan untuk “meninjau progress” dari KTT inter-Korea yang pertama dan KTT Korut-AS pada 12 Juni lalu.

Kontak lintas perbatasan antara kedua Korea terus menguat secara signifikan sejak April lalu. Kedua Korea juga sepakat melakukan reuni keluarga yang terpisah Perang Korea akhir bulan ini di penginapan gunung Kumgang.

Reuni keluarga ini digelar kedua Korea untuk pertama kalinya selama tiga tahun terakhir. Reuni keluarga korban perang ini memang menjadi salah satu poin hasil kesepakatan di akhir pertemuan bersejarah antara Presiden Korsel Moon Jae-in dengan pemimpin tertinggi Korut Kim Jong-un.

Dalam kesepakatan tersebut, reuni ini rencananya akan digelar pada 15 Agustus mendatang, bertepatan dengan perayaan Hari Nasional kedua negara.

Rencana pertemuan tahun ini dianggap sangat penting karena sebagian besar korban perang yang selamat dari Perang Korea itu sudah berusia senja, kebanyakan di atas 80 tahun.

Mantan Menlu Inggris Sebut Perempuan Bercadar Bagai ‘Kotak Surat’

Mantan Menlu Inggris Sebut Perempuan Bercadar Bagai ‘Kotak Surat’ – Mantan menteri luar negeri Inggris Boris Johnson menolak meminta maaf atas pernyataannya yang menyebut perempuan berbusana burka mirip kotak surat berjalan dan para tokoh Muslim mendesak Partai Konservatif untuk memecatnya.

Pendiri Forum Muslim Konservatif, Lord Sheikh mengatakan bahkan tuntutan permintaan maaf saja tidak akan cukup. Dia meminta agar partai melucuti Johnson dari posisinya sehingga ia tidak bisa lagi mewakili partai konservatif yang populer sebagai Partai Tory itu.

Dalam sebuah artikel, Boris Johnson mengatakan perempuan Muslim yang mengenakan burka “terlihat bagai kotak surat” dan membandingkannya dengan “para perampok bank”. Seorang sumber mengatakan Johnson bersikukuh atas pendapatnya itu.

Seorang sumber yang dekat dengan Johnson mengatakan, “Kita tidak boleh jatuh ke dalam perangkap untuk membungkam perdebatan tentang masalah-masalah yang sulit”.

“Kita harus membicarakannya dengan lantang. Jika kita gagal berbicara nilai-nilai liberal, maka kita hanya akan memberikan dasar kepada kaum reaksioner dan ekstremis”.

Dalam artikelnya di harian Daily Telegraph, Boris Johnson mengatakan cadar yang menutupi sepenuhnya wajah penuh tidak boleh dilarang, tetapi menurutnya memang tampak “konyol”.

Perdana Menteri Theresa telah mendukung ketua Partai Konservatif, Brandon Lewis yang menuntut Johnson meminta maaf. Perdana Menteri mengatakan pernyataan itu “jelas menyinggung”.

Lord Sheikh, mantan penasehat Perdana Menteri terdahulu, David Cameron, mengatakan kepada BBC Newsnight “ambil kewenangan dari dia (Boris Johnson). Kenapa tidak? Dia bukan manusia super, dia anggota partai. Ketua partai dan Perdana Menteri punya hak untuk bertindak.

Boris Johnson adalah seorang tokoh konservatif terkemuka. Ia pernah menjadi walikota London yang populer dan telah lama dipandang sebagai kandidat potensial untuk kepemimpinan Partai Konservatif.

Dia memimpin kampanye keluar Uni Eropa atau Brexit yang sukses dalam referendum Uni Eropa tahun 2016 dan mengundurkan diri sebagai menteri luar negeri bulan lalu sebagai protes terhadap rencana Brexit yang ditetapkan POM Theresa May.

Atas artikelnya di Daily Telegraph, Boris Johnson dituduh menggunakan isu cadar perempuan Muslim sebagai “sepakbola politik” untuk mendongkrak ambisi kepemimpinannya.

Mantan ketua Partai Konservatif Baroness Warsi, perempuan Muslim pertama yang duduk di kabinet Inggris, menyerukan tindakan disipliner terhadap Johnson jika dia tidak meminta maaf.

Tapi Laura Perrins, dari situs web Perempuan Konservatif, menganggap seruan untuk tindakan lebih lanjut terhadap Johnson sebagai “omong kosong otoriter yang harus kita tolak”

China Bantu Pangan Pengungsi Palestina di Gaza

China Bantu Pangan Pengungsi Palestina di Gaza – China meneken kesepakatan dengan badan PBB yang mengurusi pengungsi Palestina, UNRWA untuk menggelontorkan bantuan senilai USD 2,35 juta (Rp. 33,9 miliar) untuk mengamankan kebutuhan pangan 2018.

Indonesia juga membantu Palestina senilai USD 2 juta (IDR 28,4 miliar). Dana tersebut untuk program-program pembangunan kapasitas tersebut disesuaikan dengan kebutuhan rakyat Palestina. Antara lain pertanian, kewirausahaan, pemberdayaan perempuan, teknologi informasi dan komunikasi, tata pemerintah dan pendidikan.

Komitmen Indonesia tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi dalam pertemuan Conference on Coorperation among East Asian Countries for Palestine Development (CEAPAD) III di Bangkok, Thailand.

Perjanjian tersebut ditandatangani Kantor China untuk Palestina Guo Wei Komisaris Umum UNRWA, Pierre Krahenbuhi. UNRWA menyebut pemerintah China murah hati di tengah pengurangan dana dari Amerika Serikat.

Krahenbuhl menyatakan China telah memberi perhatian besar terkait isu Palestina dan solidaritas terhadap pengungsi Palestina di kawasan.

China juga akan memberikan bantuan kemanusiaan darurat bagi Palestina dan memberikan kontribusi lebih jauh untuk UNRWA.

Amerika Serikat telah memotong dana badan pengungsi Palestina setelah mengancam untuk membekukan dana bantuan jika pemerintah Palestina tidak mau berunding kembali dengan Israel, setelah Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel. Pengakuan tersebut melanggar hukum internasional dan dikecam Majelis Umum PBB.

Perundingan Israel-Palestina menemui jalan buntu selama empat tahun terakhir. Pejabat Palestina menyatakan langkah AS sejalan dengan upaya Trump untuk menghapus isu Yerusalem dan pengungsi dalam perundingan perdamaian.

UNRWA telah mengurangi defisit dari USD 446 juta ke USD 217 juta, namun mereka harus mengurangi layanan untuk mengatasi defisit tersebut.

UNRWA mengelola 700 sekolah yang menampung 525.000 anak-anak pengungsi, juga 150 klinik bagi 3.5 juta pengungsi. Selain itu, badan tersebut menyalurkan program bantuan pangan dan dana yang memberi USD 1.7 juta kepada para pengungsi yang sangat rentan. Di seluruh kawasan, UNRWA telah melayani 5.3 juta pengungsi Palestina.

China mendesak komunitas internasional untuk membantu UNRWA untuk mengatasi krisis keuangan agar tetap dapat melayani jutaan pengungsi, khususnya di Jalur Gaza di mana krisis kemanusiaan kian mengkhawatirkan.

Serangan Israel di Gaza Tewaskan Dua Anggota Hamas

Serangan Israel di Gaza Tewaskan Dua Anggota Hamas – Otoritas Palestina di Jalur Gaza melaporkan sebuah serangan udara Israel menewaskan dua anggota Hamas, Israel melancarkan serangan ke Gaza setelah sejumlah tembakan dilepaskan ke arah tentaranya di perbatasan.

Sayap militan Hamas, Brigade Ezzedine al-Qassam, memastikan kedua pria yang tewas itu adalah prajuritnya bernama Ahmed Murjan dan Abdel Hafez al-Silawi. Sejumlah sumber Palestina menyebut serangan Israel itu terjadi di utara Jalur Gaza. Mereka menyebut serangan itu diluncurkan oleh pesawat nirawak atau drone Israel.

Merujuk pada insiden yang sama, pernyataan tertulis militer Israel menyatakan serangan itu dilakukan sebagai balasan setelah sejumlah tembakan dilontarkan dari sisi Hamas ke arah Israel di perbatasan. Dalam pernyataannya itu militer Israel mengatakan serangan dilakukan menggunakan tank-tank mereka.

Dikutip AFP, sebuah video yang didistribusikan tentara Israel menunjukkan sebuah tank menyerang pos-pos militar di Gaza, wilayah yang masih dikuasai Hamas-salah satu fraksi besar Palestina yang selama ini dianggap pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebagai teroris.

Militer Israel mengatakan siap “menyerang agresi apapun terhadap Israel dan menganggap Hamas bertanggung jawab atas semua yang terjadi di Jalur Gaza”. Dalam penyataaan itu, militer Israel menegaskan tidak personelnya yang terluka dalam penyerangan tersebut.

Dalam pernyataannya, Hamas memperingatkan bahwa Israel akan membayar setiap serangan yang diarahkan terhadapnya. “Perlawanan tidak bisa membiarkan pendudukan untuk memberlakukan kebijakan pengeboman lokasi-lokasi dan penargetan para petempur tanpa membayar harganya,” tegas Hamas.

Serangan Israel menambah tegang Jalur Gaza selama beberapa bulan terakhir. Ketegangan di sepanjang perbatasan Jalur Gaza terus memanas sejak akhir Maret lalu ketika warga Palestina meluncurkan demonstrasi besar-besaran memproses pendudukan Israel. Ketegangan di Jalur Gaza juga diperparah ketika ribuan warga Palestina memprotes peresmian Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Israel di Yerusalem.

Sejak protes anti-Israel berlangsung pada Maret lalu, setidaknya 160 warga Palestina dilaporkan tewas ditembak tentara Israel. Sementara itu, satu tentara Israel dilaporkan tewas oleh penembak jitu Palestina.

PBB Siap Bantu Evakuasi dan Pemulihan Gempa Lombok

PBB Siap Bantu Evakuasi dan Pemulihan Gempa Lombok – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan siap memberi bantuan dan mendukung setiap upaya penyelamatan terkait gempa berkekuatan 7 skala Richter yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan sekitarnya pada Minggu (5/8).

Melalui wakil juru bicaranya, Farhan Haq, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengungkapkan duka citanya terhadap pemerintah dan warga Indonesia, terutama para keluarga korban dampak gempa.

Gempa yang terasa hingga Pulau Bali itu sedikitnya 100 orang tewas dan 200 lainnya terluka akibat gempa tersebut. Hingga kini, belum ada laporan mengenai potensi warga negara asing yang menjadi korban tewas dalam bencana ini. Sejauh ini, Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM melaporkan ada tujuh WNA yang terluka pada peristiwa itu.

Singapura bahkan telah menggelontorkan uang sedikitnya US $100.000 atau setara Rp. 1,4 miliar sebagai dana awal bantuan bagi pemulihan gempa Lombok. Dana itu didapat dari penggalangan dana publik yang digelar Palang Merah Singapura,

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe juga turut mengungkapkan duka cita terhadap para keluarga korban gempa Lombok. Pernyataan belasungkawa itu diutarakan Abe saat Presiden melalui pernyataan.

Sementara itu, Malaysia melalui Menteri Luar Negeri Saifuddin Abdullah menyatakan siap menawarkan bantuan apapun yang dibutuhkan Indonesia terkait pemulihan gempa di Lombok.

Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman menyampaikan belasungkawa kepada Presiden Joko Widodo atas bencana gempa bumi Lombok, NTB,

Gempa berkekuatan 7 Skala Richter mengguncang Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) Minggu (5/8) sekitar pukul 19.48. Hingga Selasa (7/8) sedikitnya 230 gempa susualan tercapat Badan Meteorlogi, Klimatologi, dan Geofisikia (BMKG).

Selain Arab Saudi sejumlah negara lainnya juga telah menyampaikan belasungkawa seperti Singapura, Iran, Jepang, Inggris dan Australia. Banyak yang menawarkan bantuan kepada Indonesia dalam upaya pemulihan pasca bencana gempa Lombok yang juga mengguncang wilayah Bali tersebut.

Melania Trump mendukung bintang NBA LeBron James

Melania Trump mendukung bintang NBA LeBron James – Ibu Negara AS Melania Trump mendukung pemain basket LeBron James, beberapa jam setelah suaminya membuat komentar menghina terhadap LeBron James di media sosial Twitter. James sebelumnya mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa Trump memecah belah (bangsa) dan telah mendorong para rasis.

Menanggapi itu, Trump mempertanyakan kecerdasan James, mengatakan tidak mudah untuk membuat pemain NBA itu “terlihat pintar”. Namun, juru bicara Melania Trump mengatakan James “bekerja untuk hal-hal baik” dengan mendirikan sebuah sekolah kampung halamannya di Ohio. Melania juga ingin membuka dialog tentang masalah-masalah yang dihadapi anak-anak.

Awal pekan ini, dalam sebuah wawancara di CNN, James mengatakan kepada Don Lemon bahwa olahraga telah memberikan kesempatan kepadanya untuk bertemu orang-orang dengan latar belakang dan ras yang berbeda.

Dia juga berpendapat bahwa tindakan Trump telah mendorong para rasis, mengatakan: “Saya pikir (rasisme) selalu ada. Tapi saya pikir Presiden yang bertanggung jawab sekarang telah memberi orang – mereka tidak peduli sekarang, mereka melakukannya dengan kasar.”

Pada hari Sabtu, Presiden menanggapi di Twitter mengatakan “Lebon James baru saja diwawancarai oleh pria terbodoh di televisi, Don Lemon”. “Dia membuat Lebron terlihat pintar, yang tidak mudah dilakukan”.  Trump juga mengatakan bahwa dia lebih memilih legenda NBA Michael Jordan dibanding bintang LA Lakers itu.

Dukungan Presiden terhadap bintang bola basket Michael Jordan mungkin merujuk perdebatan lama tentang apakah Jordan atau James yang lebih baik. Namun, Jordan juga menyatakan dukungannya untuk James. Dia mengatakan kepada media melalui juru bicaranya, “Saya mendukung L.J. (LeBron James). Dia melakukan pekerjaan luar biasa untuk komunitasnya”.

Wartawan BBC untuk Amerika Utara, Anthony Zurcher mengatakan bahwa pernyataan Ibu Negara AS itu mengandung kritik terselubung atas twit suaminya.

Presiden Trump mengambil sikap keras pada perdebatan yang sedang berlangsung mengenai pemain NFL (National Football League) yang menolak untuk berdiri selama lagu kebangsaan dinyanyikan sebagai protes terhadap ketidakadilan rasial dan kebrutalan polisi. Dia juga telah berulang kali mengatakan bahwa siapa pun yang berlutut selama lagu kebangsaan dinyanyikan harus dipecat.

 

Selama wawancara, James juga membahas sekolah baru yang ia buka untuk anak-anak kurang mampu di kota kelahirannya Akron, Ohio, yang menawarkan makanan gratis dan sepeda untuk para siswa, serta bantuan penempatan kerja untuk orang tua dan bank makanan.

Pewawancara Don Lemon mengkritik twit Trump, dan menanggapinya dengan merujuk pada pemisahan anak dari orang tua migran mereka: “Siapa yang sebenarnya bodoh? Pria yang menempatkan anak-anak di ruang kelas atau orang yang menempatkan anak-anak di kandang?”