Saudi Janji Investigasi Menyeluruh Kasus Pembunuhan Khashoggi

Saudi Janji Investigasi Menyeluruh Kasus Pembunuhan Khashoggi

Arab Saudi berjanji melakukan penyelidikan menyeluruh dalam kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Hal itu dikatakan oleh Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Jim Mattis, Minggu, usai menggelar pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir di Bahrain.

“Kami membicarakan kasus itu, mengenai pentingnya transparasi, investigasi mendalam dan menyeluruh. Menteri Luar Negeri Jubeir menyetujui itu. Tak ada keberatan sama sekali,” kata Mattis kepada wartawan setelah pembicaraan.

Lihat juga: Saudi Tolak Permintaan Turki Adili Tersangka Kasus Khashoggi

“Tak ada keberatan sedikit pun. Dia (Jubeir) mengatakan ‘kami perlu mengetahui apa yang terjadi’ dan itu sangat kolaboratif,” Mattis menambahkan.

Jurnalis Arab Saudi, Khashoggi, 59 tahun, yang kerap mengkritik putra mahkota Saudi Mohammad bin Salman, sebelumnya hidup di pengasingan di Amerika Serikat sejak 2017.

Dia dibunuh 2 Oktober lalu saat memasuki konsulat negaranya di Istanbul, Turki, ketika ingin mengurus dokumen pernikahan dengan tunangannya. Khashoggi yang merupakan kolomnis Washington Post dibunuh dan mayatnya dimutilasi oleh sebuah tim yang dikirim dari Saudi.

Setelah menolak selama beberapa pekan, Riyadh akhirnya bersedia melakukan penyelidikan.

Lihat juga: Tunangan Khashoggi Tolak Undangan Trump

Pangeran Salman secara terbuka menyebut pembunuhan Khashoggi itu peristiwa menjijikkan, sementara jaksa Saudi untuk pertama kalinya pada pekan ini menyatakan bahwa berdasarkan bukti-bukti hasil penyelidikan otoritas Turki, pembunuhan terhadap Khashoggi telah direncanakan sebelumnya.

Namun Riyadh pada Sabtu lalu menolak permintaan Ankara untuk mengekstradisi 18 orang Saudi yang kini ditahan terkait pembunuhan Khashoggi. Penolakan itu disampaikan saat Washington memperingatkan bahwa krisis dalam kasus ini dapat berisiko mengganggu stabilitas Timur Tengah.

Dalam forum di Manama, Sabtu, Mattis mengatakan “Pembunuhan Jamal Khashoggi dengan menggunakan fasilitas diplomatik menjadi perhatian serius semua pihak.”

“Kegagalan suatu negara mematuhi norma internasional dan aturan hukum dapat mengganggu stabilitas regional, tepat di saat hal itu sangat dibutuhkan,” ujar Mattis.

Mattis tidak menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Jubeir di forum Manama meski di saat yang sama dia bertemu dengan sejumlah pemimpin Arab dan Eropa.

Keduanya baru berbicara saat jamuan makan malam pada menteri.

Lihat juga: Mata Uang Digital dari Kacamata Syariah

Pembunuhan Khashoggi yang menodai citra putra mahkota Pangeran Salman telah memicu gelombang kritik internasional dan mempengaruhi hubungan Amerika Serikat dengan kerajaan Saudi.

Amerika sangat mengandalkan Arab Saudi untuk membendung pengaruh Iran di kawasan dan menjaga keamanan Israel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar