Menang Pemilu, Anwar Ibrahim Selangkah Lagi Jadi PM Malaysia

Menang Pemilu, Anwar Ibrahim Selangkah Lagi Jadi PM Malaysia

Anwar Ibrahim, 71, menandai kembalinya ia ke politik Malaysia setelah berhasil memenangi suara mayoritas pemilu sela di Port Dickson.

Seperti dilansir dari AFP, Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) tersebut mendapatkan lebih dari 71 persen suara untuk membawanya kembali ke parlemen Malaysia.

“Saya bahagia dengan hasil ini. Allah memberkati kita semua”, ujar pria kelahiran Agustus 1947 itu menanggapi kemenangannya tersebut setelah sempat mendekam di bui akibat dakwaan kasus sodomi untuk kedua kalinya pada 2014 silam.

Lihat juga: Anwar Ibrahim: Saya Maafkan Mahathir Meski Dia Tak Minta Maaf

Mengutip dari situs berita Malaysiakini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat menyatakan Anwar mengantongi 31,016 suara dari total 43.489 suara (598 surat suara tak sah dan 49 surat suara tak dikembalikan).

Lawan politik Anwar yang mendapatkan suara terbanyak kedua adalah politikus PAS, Mohd Nazari Mokhtar, dengan raihan 7.456 suara.

Dalam pemilu sela di Port Dickson itu ada tujuh kandidat termasuk Anwar. Salah satu dari saingan Anwar adalah mantan ajudannya yang menuding dirinya atas kasus sodomi, Mohd Saiful Bukhari Azlan.

Saiful merupakan orang yang menjebloskan Anwar ke penjara pada 2008 silam. Dia mengklaim bahwa dirinya adalah korban sodomi Anwar di sebuah kondominium di Bukit Damansara, Kuala Lumpur. Meski begitu, dia menegaskan pencalonannya bukan terkait ‘masa lalunya’ dengan Anwar.

Lihat juga: Mahathir Sebut Malaysia Bisa Hancur di Tangan Najib

Pilihan rakyat kecil Port Dickson dilakukan setelah anggota parlemen distrik tersebut mengundurkan diri untuk memberi jalan Anwar menjadi anggota parlemen.

Di sisi lain, kemenangan Anwar tersebut, membuat dirinya berada pada jalur yang benar untuk menjadi suseksor Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, 93.

Mahathir yang berhasil menjungkalkan Najib Razak dari kursi perdana menteri pada tahun ini semula memang menyatakan dirinya hanya akan berada di kursi kepemimpinan itu tak sampai akhir periode. Dalam perjanjian pada Pakatan Harapan, jika Anwar terpilih menjadi anggota parlemen, dirinya berhak menggantikan Mahathir Mohamad sebagai perdana menteri Malaysia berikutnya setelah dua tahun.

Lihat juga: Sekjen PBB Kunjungi Pusat Gempa Palu-Donggala

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar