Sekjen PBB Kunjungi Pusat Gempa Palu-Donggala

Sekjen PBB Kunjungi Pusat Gempa Palu-Donggala

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengunjungi korban gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (12/10). Sebelumnya dia memuji kecepatan aksi pemerintahan Presiden Joko Widodo menanggulangi bencana gempa dan tsunami di Lombok serta Sulawesi Tengah.

Pemerintah pusat turut membantu pemerintah daerah dan provinsi pascabencana di Lombok, Palu, dan Donggala. Di Sulawesi Tengah, kini listrik telah beroperasi lebih dari 70 persen setelah hampir mati total seminggu lalu.

Penanganan gempa di Lombok pun bertaraf nasional meski tak berstatus bencana nasional.

Antonio, kata Retno, memuji kinerja pemerintahan Indonesia sebab menurutnya tidak mudah bekerja dalam kondisi sulit atau emergency seperti itu. Ia turut menyampaikan dukacita atas bencana yang menelan lebih dari 2000 jiwa.

Ditemani Wakil Presiden Jusuf Kalla, Guterres sempat mengunjungi kamp-kamp pengungsian dan berbicara dengan beberapa korban di Balaroa.

“Kami bersama rakyat Indonesia dan Sulawesi”, kata Guterres setelah mengunjungi Balaroa di sela pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Bali, seperti dikutip AFP.

“PBB bersama kalian semua, kami akan membantu pemerintah menjalankan misi penyelamatan dan pemulihan”.

Balaroa menjadi salah satu wilayah paling parah terdampak bencana. Tanah di sekitar Balaroa amblas ketika gempa mengguncang Palu membuat seluruh bangunan dan rumah ambruk seakan tersedot ke dalam tanah.

Gempa berkekuatan 7,4 skala richter mengguncang Palu dan Donggala pada 28 September lalu.

Sebanyak 200 ribu warga Palu dan Donggala terpaksa mengungsi akibat bencana yang telah menewaskan sekitar 2.000 orang itu. Sementara sekitar 5.000 lainnya masih hilang.

Proses pencarian korban telah dihentikan. Kini, pemerintah tengah berfokus menyalurkan bantuan bagi para korban selamat.

Sejauh ini, PBB telah menggelontorkan US$50,5 juta atau setara Rp767 miliar bantuan penanggulangan bencana.

Indonesia semula menolak bantuan internasional, namun empat hari pascabencana Presiden Joko Widodo mulai mengizinkan bantuan luar negeri untuk masuk ke Palu dan Donggala.

Pemerintah disebut berencana membangun monumen untuk mengingat para korban yang tewas dan hilang akibat bencana terburuk sejak gempa di Lombok pada akhir Juli lalu itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar