AS Berencana Pamer Kekuatan Militer Untuk Gertak China

AS Berencana Pamer Kekuatan Militer Untuk Gertak China

Angkatan Laut Amerika Serikat membuat proposal rahasia untuk memamerkan kekuatannya demi menggertak China.

Proposal yang dilihat itu merekomendasikan kapal perang AS untuk melakukan serangkaian operasi selama satu minggu pada November mendatang.

Operasi itu mencakup serangkaian latihan militer yang melibatkan kapal perang AS, pesawat tempur, dan pasukan militer untuk menunjukkan bahwa AS mampu melawan musuh dengan cepat.

Salah satu poin dalam proposal itu mengindikasikan AS bakal memamerkan kapal perang dan jet tempur mereka dalam operasi di dekat perairan yang diklaim China di wilayah sengketa Laut China Selatan.

Seorang pejabat Pentagon menekankan bahwa AS tak berniat memicu perang dengan China. Mereka menyebut bahwa hal itu hanya sebuah gagasan.

Namun, Kementerian Pertahanan sendiri menolak untuk mengakui atau berkomentar mengenai proposal tersebut.

“Seperti yang dikatakan Menteri Pertahanan dalam berbagai kesempatan, kami tidak berkomentar mengenai operasi apa pun di masa depan”, kata juru bicara Pentagon, Letnan Kolonel Dave Eastburn.

Armada Pasifik AS juga menolak untuk berkomentar.

Ketegangan AS dan China

Proposal rencana ini bocor setelah kapal perang AS berpapasan dengan kapal China di Laut China Selatan.

Angkatan Laut AS menyatakan bahwa kapal perang China, Lanzhou, terlihat dalam jarak 45 meter dari kapal perang USS Decatur.

Insiden ini membuat hubungan China dan AS kian tegang, terutama setelah Menteri Pertahanan James Mattis menolak bertemu pejabat di Beijing pada pekan lalu.

Pada awal pekan ini, AS menerbangkan pesawat tempur B-52 di atas Laut China Selatan dan Laut China Timur.

Sebelumnya, tepatnya pada September lalu, AS menjatuhkan sanksi terhadap militer China karena membeli senjata dari Rusia, termasuk sistem pertahanan udara S-400 dan jet tempur Su-35.

Presiden AS, Donald Trump, bahkan sempat mengatakan bahwa persahabatan dirinya dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, mungkin akan berakhir.

“Dia mungkin bukan teman saya lagi. Namun, saya pikir dia mungkin menghormati saya”, kata dia.

Wakil Presiden AS, Mike Pence, siap mengobarkan ketegangan China dalam pidatonya di Washington pada Kamis (3/10) waktu setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar