Perkembangan E-commerce di Indonesia

E-Commerce termasuk salah satu istilah pada “perdangan elektronik” yang berubah sejalan dengan waktu. Berkembangnya E-Commerce di Indonesia pada era globalisasi ini semakin berkembang pesat saja. Contohnya televisi dan internet .

  • Prediksi Perkembangan e-Commerce dan Tren e-Commerce di 2018

Sektor e-commerce digadang-gadang masih menjadi sektor yang akan mendapatkan banyak investor di 2018. Di tahun 2017 saja pertumbuhan investasi e-commerce mencapai angka USD 5 miliar. Angka tersebut didapatkan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Angka sebesar itu tentunya masih menjadi e-commerce sebagai ladang investasi yang masih menggiurkan di tahun 2018. Lalu bagaimana prediksi perkembangan e-commerce dan Tren e-Commerce di 2018?

Tentunya sektor e-commerce masih menjadi daya tarik bagi pemilik modal untuk menanamkan uangnya disektor tersebut. Apa lagi jumlah pengguna internet yang semakin bertambah setiap tahunnya, serta para penjual online pun semakin bertambah setiap tahunnya. Hal ini membuat sektor ini masih menjadi incaran pemodal. Serta sektor bisnis online ini akan menjadi tren yang menarik untuk di ulas dan diketahui.

“Sektor e-commerce tumbuh 60%-80% dalam per tahun,” terang Thomas Lembong, Kepala BKPM seperti yang dikutip dari id.beritasatu.com. Lembong pun mengatakan di tahun 2018 menjadi tahun yang positif bagi bisnis berbasis jaringan internet. Sektor ini pun dianggap akan berkontribusi sangat besar bagi pertumbuhan investasi nasional. Lalu bagaimana perkembangan e-commerce dan tren e-commerce di 2018? Kita akan ulas dengan detail mengenai perkembangan dan tren e-commerce yang akan semakin diminati.

  • Masyarakat Lebih Suka Belanja Online

Apa buktinya? Bukti dari masyarakat lebih suka dalam berbelanja online adalah tutupnya beberapa retail offline di Indonesia. Retail besar tersebut merupakan retail raksasa yang sudah dikenal luas oleh masyarakat. Tetapi akhirnya mereka harus menutup gerai-gerainya karena sepinya pengunjung, bahkan ada grup retail yang harus pailit.

Perkembangan dan tren e-commerce 2018

Bahkan tahun 2018, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) memprediksi akan ada sekitar 50 retail offline yang akan tutup, dan segera merubah format bisnis mereka sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat luas saat ini. Tentunya ini menjadi angin segar dalam perkembangan e-commerce dan tren e-commerce di 2018

Bukti selanjutnya mengapa masyarakat lebih suka belanja online adalah meningkatnya volume transaksi secara online sepanjang 2017. Menurut laporan We Are Social yang diperoleh oleh Tim Antijobless dari Platform gaya hidup, Shopback, di tahun 2017 ada peningkatan konsumsi belanja barang dan jasa secara online dari 26% di tahun 2016 menjadi 41 % selama tahun 2017.

Shopback juga memaparkan hasil survei yang dilakukannya terhadap sekitar 1000 responden di Indonesia, sebanyak 70,2% responden mengakui keberadaan e-commerce dan marketplace telah merubah perilaku belanja mereka.

Menurut Country General Manager, Shopback Indonesia Indra Yonathan, “83,1 % responden datang ke toko online hanya untuk melihat barang dan membelinya di toko online. Hal ini disebabkan oleh banyaknya diskon yang ditawarkan oleh platform e-commerce,” kata Indra.

  • Mobile Wallet yang Semakin Gencar

Perkembangan e-commerce dan tren e-commerce di 2018 tidak akan terlepas dari pertumbuhan e-wallet di Indonesia. Pertumbuhan e-wallet di Indonesia akan semakin besar, terlebih di 2017 sudah semakin banyak masyarakat yang menggunakan layanan yang disediakan oleh beberapa platform di Indonesia. Banyak yang selalu menanyakan mengenai T-Cash, Gopay, dan OVO yang selalu diperbincangkan oleh masyarakat.

Apa lagi di tahun 2018 diperkirakan jumlah pengguna smartphone akan mencapai 100 juta pengguna. Di tahun 2017 sudah ada sekitar 65 juta masyarakat yang menggunakan smartphone. Meningkatnya jumlah pengguna smartphone, tentunya akan mendorong meningkatnya pengguna e-wallet di Indonesia.

Banyaknya perusahaan e-wallet yang saling berkolaborasi membuat perkembangan e-wallet di Indonesia akan semakin meningkat. Para pelaku di e-commerce pun melihat hal ini dengan bijak, beberapa e-commerce pun sudah memiliki e-wallet sendiri untuk menjawab perkembangan e-commerce dan tren e-commerce di 2018, seperti Bukalapak yang memiliki dompet Bukalapak.

  • Jasa Pengiriman One day Delivery Service semakin Diminati

Semakin banyak masyarakat yang berbelanja di e-commerce, semakin banyak pula mereka mendapatkan barang di hari yang sama setelah pembelian. Bahkan di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan lainnya, beberapa e-commerce sudah bekerjasama dengan jasa pengiriman agar barang yang di pesan bisa sampai pada hari yang sama juga.

Hal ini lah yang akan membuat jasa pengiriman one day delivery service akan semakin diminati di 2018 dan menjadi salah satu yang akan berkembang mengikuti perkembangan e-commerce dan tren e-commerce di 2018.

  • Integrasi antar e-Commerce dengan Media Sosial

Masyarakat semakin melek untuk menjadi pengusaha, hal itu terlihat dari semakin banyaknya penjual online yang menjajakan barang dagangannya di e-commerce dan marketplace seperti Shopee, Bukalapak, dan Tokopedia yang berada pada kisaran 2 juta orang.

Selain itu, jumlah penjual online yang memiliki toko online di media sosial semacam Facebook dan Instagram pun semakin meningkat. Di 2018, para e-commerce pun akan mengintegrasikan e-commerce mereka dengan media sosial. Seperti halnya Shopee yang memiliki fitur Instashop X Shopee, dimana penjual di Instagram bisa memasukan produk yang mereka jual melalui akun Instagram, langsung ke akun Shopee. Tren e-commerce di 2018 ini akan menjadi incaran para pedagan online.

  • Meningkatnya Penjualan Tiket Secara Online

Penjualan tiket secara online kini tidak hanya berlaku pada tiket transportasi seperti pesawat dan kereta saja. Bahkan promotor musik sudah melihat penjualan tiket konser secara online menjadi pilihan yang menarik. Selain konser, tiket pertandingan pun sudah bisa di jual secara online.

Hal itu terbukti dari penjualan tiket pertandingan sepak bola antara Indonesia versus Islandia, dimana tiket online terjual sebanyak 7542 tiket pada 10 Januari 2018 dalam waktu satu hari. Jumlah tersebut menjadi jumlah terbanyak dalam penjualan tiket secara online di Indonesia.

Perkembangan e-commerce dan tren e-commerce di 2018  ini pun akan menyasar penjualan tiket konser musik dan pertandingan olahraga. Tren e-commerce di 2018 dalam penjualan tiket ini pun sudah terlihat sangat diminati oleh masyarakat. Karena mereka tidak harus mengatri panjang hanya untuk mendapatkan selembar tiket.

Perkembangan e-commerce di 2018 memang akan semakin pesat, terlebih jika Anda ingin menjadi investor di bidang ini. Tentunya modal yang Anda kucurkan bisa sangat menguntungkan. Bagi para penjual online, e-commerce dan marketplace akan menjadi tempat yang menarik untuk menawarkan barang dagangan mendapatkan uang dari penjualan produk ataupun jasa di bidang ini.

=======================================================

Sumber Referensi :

http://didoe.files.wordpress.com/2008/03/perkembangan-e.doc

http://www.cert.or.id/~budi/presentation/e-commerce.ppt

http://e-commerce.site90.net/2008/10/03/perkembangan-e-commerce/

http://blog.ub.ac.id/doniiifirdana/2010/03/11/perkembangan-e-commerce/

http://www.matabumi.com/cerita/perkembangan-e-commerce-di-indonesia

=======================================================

Kesimpulannya :

  • semua yang dijabarkan tersebut merupakan gambaran dari e-commerce dan kemungkinannya sebagai alternatif sistem bisnis yang baru di Indonesia. Dengan berbagai kendala utama yang masih harus dipecahkan bersama-sama bukan hanya diantara pemerintah, pelaksana dan praktisi e-commerce, pebisnis juga rakyat secara menyeluruh, karena dalam pelaksanaannya e-commerce jika telah didukung dengan prasarana dan sarana yang memadai dapat menjadi alternatif bagi sistem bisnis baru yang sangat sesuai dengan kondisi geografis dari Indonesia, jumlah penduduk Indonesia serta iklim bisnis Indonesia, selain itu e-commerce menjadi salah satu jalan untuk mengembangkan usaha-usaha kecil dan menengah dan menjadi salah satu jalan untuk mengurangi pengangguran yang ada karena sistem implementasinya yang sebenarnya cukup sederhana dan gampang.
  • Semuanya jika tanpa usaha dan kerjasama dari berbagai pihak hanyalah perbuatan yang sia-sia, dengan tekad bersama kita terus mencari jalan untuk mewujudkan apa-apa yang diidam-idamkan oleh bangsa Indonesia selama ini yaitu semakin berkurangnya jumlah pengangguran yang ada, semakin berkembangnya usaha industri kecil dan menengah, meningkatnya pendapatkan dan taraf hidup rakyat serta naiknya tingkat kecerdasan bangsa Indonesia, walaupun e-commerce bukanlah sebuah solusi yang terbaik, diharapkan dengan pengimplementasian e-commerce dengan baik dan benar dapat membantu meringankan dan mengurangi problem serta beban berat yang selama ini yang telah kita hadapi.

– Ridwan Saputra Utama (153040088) –