Berperan Sebagai PRT, Michelle Ziudith Akui Tak Nyaman Harus Rendahkan Diri – Michelle Ziudith memerankan tokoh Ningsih yang bekerja sebagai PRT dalam film Calon Bini. Supaya peran yang yang dimainkan lebih hidup, Ziudith melakukan banyak hal agar bisa mendalami karakternya.

“Pertimbangan aku mau ambil film ini karena banyak effort yang harus aku lakukan. Dari berbahasa Jawa, tanpa make up sampai ubah warna rambut menjadi hitam pekat dan tidak boleh dicatok. Aku coba untuk keluar dari zona nyaman. Aku percaya sama proses dan sekarang aku dikasih momen untuk jalani proses itu. Ini pengalaman besar,” kata Michelle Ziudith ditemu di Gandaria City, Jakarta Selatan, beberapa hari yang lalu.

Saking mendalami peran Ningsih yang dikisahkan memiliki strata sosial berbeda, Michelle Ziudith sempat terbawa suasana. Ia merasa tak nyaman mendapati fakta bahwa PRT terkadang menilai diri sendiri terlalu rendah di depan majikannya.

Baca juga: Sinopsis Film ‘Terlalu Tampan”, Kisah Berliku Mas Kulin Yang Menolak Ketampanannya

“Ini pertama kali berperan sebagai pembantu. Ada beberapa hal yang bikin nggak nyaman. Aku harus merendahkan taraf percaya diri, duduk di lantai karena aku harus membiasakan tidak melihat orang dari mata. Aku dituntut menjadi pembantu yang levelnya dalam cerita ini rendah, di sini kasta itu berlaku,” kisah wanita kelahiran Medan tersebut.

Dalam kehidupan sehari-hari, Michelle Ziudith tidak pernah membeda-bedakan orang-orang di sekelilingnya. Namun dalam film ini ia merasakan pengaruh negatif pembawaan karakter yang diperankan.

“Kalau aku jadi Michelle sendiri aku nggak pernah anggap orang itu berbeda. Tapi di sini sebagai Ningsih di harus tahu dia pembantu. Itu bikin aku nggak nyaman, karena aku mikit kenapa duduknya di bawah sementara yang lain di atas. Saat syuting, pas break, dibecandain disuruh duduk di bawah karena pembantu. Itu sempet ngerasa kayak kok mereka nyolot. Aku nggak nyaman di-pressure kayak gini. Aku kaget. Tapi itulah Ningsih,” tandasnya.

Baca juga: Lanjutkan Film ‘Si Doel The Movie’, Rano Karno Libatkan Mak Nyak Lebih Banyak

Calon Bini besutan Asep Kusdinar berkisah tentang Ningsih yang mengambil tawaran merantau ke Jakarta agar bisa kuliah. Ia memilih bekerja sebagai PRT di rumah keluarga konglomerat.

Tak di sangka Ningsih disambut dengan sangat baik oleh keluarga tempatnya bekerja. Sampai-sampai Oma yang kesepian menjodohkan cucunya dengan Ningsih. Apakah Ningsih menerima perjodohan dibentegi tembok perbedaan strata sosial itu? Temukan jawabannya di bioskop mulai 14 Februari 2019.


Category: Film

About the Author


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Skip to toolbar