Nostagia Keluarga Cemara di Era Saat Ini. ” Harta yang paling berharga adalah keluarga. Istana yang paling indah adalah keluarga, Puisi yang paling bermakna adalah keluarga. Mutiara tiada tara adalah keluarga.”

Nostagia Keluarga Cemara di Era Saat Ini

Nostagia Keluarga Cemara di Era Saat Ini

Sebait lirik lagu bertajuk “Harta Berharga”itu langsung mengingatkan kita pada kisah Keluarga Cemara. Sebuah sinetron yang diputar pada tahun mulai Oktober 1996 hingga Agustus 2014.

Kini kisah Abah, Emak dan Ananak-anaknya diangkat menjadi sebuah film. Sutradara Yandy Laurens dipercaya sekaligus ditantang mentranformasikan cerita Keluarga Cemara ke era sekarang ini.

Keluarga Cemara versi film mengangkat cerita dari kondisi keluarga Abah (Ringgo Agus Ragman). Yang kaya dan modern, tiba-tiba jatuh miskin.

Kisah Keluarga Cemara diangkat dari novel yang berjuduk sama karya Arswendo Atmowiloto.

Plot cerita itu mundur beberapa tahun dan membuat Ragil anak ketiga Abah dan Emak di film ini baru dilahirkan (Yang pada cerita aslinya sudah muncul sebagai balita).

Baca Juga: Gara-gara Tumor Pita Suara Daniel Mananta Sukses Tiru Suara Serak Ahok

Meski dikemas dengan sangat modern, film garapan Visinema Pictures itu masih bertahan ikon nostagia seperti Opak dan Becak. Namun, tentu saja tukan becak sudah tidak laghi relevan dikerjakan Abah saat ini.

Film ini berpotensi menguras air mata penonton dengan menyuguhkan momen-momen hangat dan konflik-konflik dalam keluarga. Penyajian yang pas namun tetap emosional.

Setiap anggota keluarga mendapatkan porsi yang sama dalam film tersebut. Ringgo misalnya, meski digambarkan menjadi sosok yang tegar dan tabah sebagai kepala rumah tangga. Nyatanya memiliki peran bantin den gan rasa bersalahnya sendiri.

Meski secara tampilan jauh berbeda dengan pemeran Abah yang asli, Ringgo memberikan akting terbaiknya sebagai ayah di sini.

Nirina Zubir sebagai Emak yang berusaha menjadi penenang dari pergumulan yang mereka hadapi. Fi film ini Nirina jauh dari kesan komedian yang melekat dirinya.

Euis yang diperankan Zara JKT48 juga harus berjuang menekan ego untuk menerima kondisi keluarganya. Sebagai pemula, Zara cukup berhasil menunjukan kemampuannya berakting.

Ada pula Cenara atau Ara, si periang yang selalu menjadi pencair suasana di tengah ketegangan yang terjadi. Widuri Putri Sasono, putri pasangan Dwi Sasono-Widi Mulia. Tampil memukau sebagai Ara bekat aktingnya yang natutal.

Baca Juga: Juara! Ini Rahasia Yang Membuat Luna Maya Mirip Mendiang Suzzanna

Tidak lupa juga  kehadiraan Asri Welas, yang melengkapi film ini dengan bumbu komedi.

Meski nama-nama tokohnya agak asing didengar dalam sebuah keluarga yang modern di awal cerita. Namun, itu sangat termaafkan dengan tayangan filmnya secara keseluruhan.


Category: Film

About the Author


One Response to Nostagia Keluarga Cemara di Era Saat Ini

  1. […] Baca Juga: Nostagia Keluarga Cemara di Era Saat Ini […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Skip to toolbar