Harjo Blog

Information

This article was written on 15 Sep 2018, and is filled under Bisnis.

Current post is tagged

,

Yang Muda Yang Berjaya dengan Kavling Produktif

Sahabat muda milenia,
Apa kalo kita masih muda tidak boleh sukses berjaya?
Atau apa harus nunggu tua?

Tentu tidak layaw….
Sudah banyak kok contoh orang besar yang sukses sejak di usia muda. Seperti bos facebook yang sudah mencapai sukses di bawah 30 tahun. Atau ada juga wanita muda 20 tahunan asal Jawa Tengah yang sudah menjadi CEO aplikasi chatting yang menyerupai Whatsapp.

Usia muda memang bukan halangan untuk sukses berjaya. Bahkan kalo menengok Curiculum Vitae nya Sandi Uno, sebelum dia kaya raya seperti sekarang, di usia mudanya dulu dia sudah merintis tangga-tangga kejayaan.

Mau sukses berjaya seperti mereka?
Lalu kapan giliran kita, Saya dan Anda sahabat muda?

Sukses berjaya harus dirintis. Kita bisa juga belajar dari “titik balik” suksesnya mentor marketing Jago Jualan. Tanpa saya sebut namanya, tau kan siapa yang dimaksud?

Dari tuturan yang dia sampaikan, bahkan dia mencapai kejayaannya justru setelah dia tertimpa “gagal bayar” dalam jumlah miliaran di dalam bisnisnya. Namun dengan gigih akhirnya bisnis yang dirintisnya bisa mencapai puncaknya.

Tau kan umur beliau saat ini berapa?
Masih sangat muda kok.
Hebat ya..

Ruarr byasah!

Sukses berjaya di usia muda memang luar biasa. Jika kita mendengar ada orang yang mencapai kejayaannya di usia senja, mungkin itu sudah biasa. Tapi akan terdengar “wah” dan berbeda jika itu dicapai di usia muda belia.

Jadi, kira-kira ada peluang apa nih yang bisa membantu langkah kita untuk terus maju dan berjaya?

Apa sudah punya rencana yang ingin dibuat nyata?
Kalo memang sudah punya rencana baik yang agak “gila”…. yah baiknya lakukan saja segera!

Tapi jika belum ada rencana, bahkan masih bingung mencari kira-kira peluang baik apa yang bisa menjadi tangga untuk sukses berjaya, mungkin saya ingin sekedar berbagi info saja.

Saat ini lagi rame-rame nya bisnis agro kavling produktif syariah yang mendapat sambutan menarik masyarakat, karena menawarkan keuntungan yang cukup luar biasa.

Konsepnya perpaduan antara bisnis Properti dan Agrobisnis. Modal yang diperlukan hanya untuk membeli tanah kavling yang akan menjadi hak milik, seperti layaknya kita beli sebidang tanah.

Lalu dimana pembedanya?

Bedanya, dengan membeli kavling produktif kita tidak hanya mendapat tanah hak milik, tapi juga akan mendapat hak usaha. Karena di atas lahan yang kita beli akan diberikan bonus berupa tanaman buah produktif yang bisa dipanen tiap bulan atau tiap tahun tergantung jenis buahnya.

“Jika Anda ingin kaya, Jadilah Petani!” kata Jim Rogers seorang yang aktif di Bursa Saham Wall Street.

Kenapa Jim Rogers bisa berkata begitu padahal dia bukan seorang Petani?

Menurut Jim, “Dunia saat ini dilanda krisis pangan. Kita tidak membutuhkan lagi seorang bankir untuk mengoptimalisasi perdagangan. Yang kita butuhkan adalah Jumlah Petani untuk Mengatasi Krisis.

Nah, terkait dengan apa yang dikatakan oleh Jim Rogers di atas, apakah dengan membeli Tanah Kavling Produktif nantinya kita jadi Petani?

Kabar baiknya, Tidak Perlu.

Dengan membeli tanah kavling produktif, nantinya yang mengelola tanaman dan hasilnya akan ditangan oleh Team Ahli dan dikerjakan oleh Petani Trampil.

Pihak Developer atau pengembang menawarkan bentuk kerjasama dengan anda sebagai pembeli kavling dengan cara bagi hasil.

Hasil yang diterima akan berbeda-beda tergantung jenis buahnya dan juga harga jual di pasaran. Namun tak perlu khawatir, karena untuk komoditi buah-buahan harganya relatif stabil jika dibandingkan dengan tanaman hortikultura.

Gimana, apa cukup menarik peluang yang sudah ada di depan mata ini?

Atau apa menunggu terjadi krisis pangan yang parah, lalu anda baru mempercayainya? Semoga ada manfaatnya apa yang kami sampaikan. Jika ingin tau lebih banyak tentang Kavling Produktif silahkan hubungi tim saudagar properti syariah

Leave a Reply

Skip to toolbar