The Latest

Cerita Misteri Yang Menyatakan Gunug Lawu Angker, Benarkah?Gunung Lawu angker kian diperkuat oleh kehadiran Pasar Setan. Sebuah pasar tak kasat mata yang berada di jalur Candi Cetho, lereng Gunung Lawu.

Gunung Lawu angker telah menjadi mitos yang mengiringi setiap pendaki yang hendak mendaki Gunung Lawu. Namun hingga kini masih juga belum ditemukan muaranya mengapa bisa gunung ini terkenal angker dan penuh kisah-kisah mistis.

Untuk lebih mendalami mengapa banyak mitos yang menyebarkan bahwa Gunung Lawu angker, mari kita telisik melalui awal mula legenda dari Gunung Lawu tersebut dahulu.

Legenda Gunung Lawu Angker

Cerita Misteri Yang Menyatakan Gunug Lawu Angker, Benarkah?

Kisah berawal dari masa berakhirnya kerajaan Majapahit, yakni pada tahun 1400 M. Kala itu orang yang menduduki kursi kerajaan adalah Prabu Bhrawijaya V, beliau adalah raja terakhir dari kerajaan Majapahit.

Singkat cerita, saat Raden Patah memasuki usia dewasa, ternyata Raden Patah memeluk agama Islam, ia membelot dari agama sang ayah yang beragama Budha.

Bersamaan dengan meredupnya kerajaan Majapahit, Raden Patah pun mendirikan kerajaan Demak yang berpusat di Glagah Wangi. Sekarang lebih dikenal Alun-alun Demak. Kenyataan yang membuat Prabu Bhrawijaya V merasa gundah.

Baca Juga : Beberapa Tempat Didunia Yang Dianggap Aman Dari Kiamat

Cerita Misteri Yang Menyatakan Gunug Lawu Angker, Benarkah?

Pada suatu malam, Prabu Bhrawijaya V bersemedi, dalam semedinya, beliau mendapatkan petunjuk yang mengatakan bahwa kerajaan Majapahit akan meredup dan cahaya beralih ke kerajaan anaknya, yakni kerajaan Demak.

Sesaat itu pula Phrabu Wijaya V meninggalkan kerajaan Majapahit, menuju Gunung Lawu untuk menyendiri.

Sesaat setelah meninggalkan kerajaannya, sebelum naik ke Gunung Lawu, Prabu Bhrawijaya V bertemu dengan dua orang pengikutnya. Kepada dusun dari wilayah kerajaan Majapahit, masing masing dari mereka adalah Dipa Menggala dan Wangsa Menggala.

Karena mereka berdua tidak tega melihat Prabu Bhrawijaya V berjalan sendirian. Merekapun ikut menemani Prabu Bhrawijaya V naik ke pincak Gunung Lawu.

Setelah sampai di puncak Hargo Dalem, Prabu Bhrawijaya V berkata kepada kedua pengikut setianya. Selesai mengucapkan kalimat itu, Prabu Bhrawijaya V pun menghilang. Hingga kini jasad beliau tidak pernah ditemukan oleh siapapun.

Misteri Burung Jalak Gading, dipercaya Jelmaan Kyai Jalak

Cerita Misteri Yang Menyatakan Gunug Lawu Angker, Benarkah?

Setelah Prabu Bhrawijaya V melakukan moksa dan menghilang, tersisalah 2 pengikut setiannya. Sunan Gunung Lawu dan Kyai Jalak. Sejarah bercerita, mereka berdua menjalankan amanat Prabu Bhrawijaya V, mereka menjaga Gunung Lawu.

Dengan kesempurnaan ilmu yang mereka punya, Sunan Gunung Lawu menjelma menjadi mahluk ghaib dan Kyai Lawu menjelma menjadi seekor burung Jalak berwarna gading.

Kisah tentang burung Jalak Gading ini masih berlanjut hingga saat sekarang. Banyak orang percaya bahwa burung Jalak Gading sering muncul dan memberi petunjuk jalan menuju puncak Gunung Lawu kepada para pendaki yang memiliki tujuan baik.

Sedangkan, jika pendaki memiliki niatan burul, Kyai Jalak tidak akan merestui mereka, akibatnya, para pendaki yang memiliki niatan buruk akan terkena nasib nahas.

Mitos kehadiran Pasar Setan di lereng Gunung Lawu

Cerita Misteri Yang Menyatakan Gunug Lawu Angker, Benarkah?

Gunung lawu angker kian diperkuat oleh adanya kehadiran Pasar Setan. Kabar ini sudah tidak asing lagi di telinga para pendaki. Sebuah pasar yang tak terlihat dengan kasat mata ini berada di jalur Candi Cetho, lereng Gunung Lawu, sebuah lahan yang ditumbuhi ilalang.

Berbicara tentang jalur Candi Cetho, sebetulnya jalur ini adalah jalur yang paling pendek dan cepat menuju puncak Lawu. karena perjalanan dimulai dari 1.470 mdpl. Akan tetapi, jalur pendek ini sekaligus menjadi jalur yang paling berbahaya.

Sebab, tanjakan tanjakan di jalur ini sangat terjal, jurang curam menganga di pinggiran track, kabut tebal sering turun membuat jarak pandang menjadi begitu pendek dan memperbesar resiko tersesat, serta kepercayaan yang mengatakan bahwa jalur ini adalah perlintasan alam ghaib dan kehadiran pasar setan.

Oleh sebab itulah, mengapa jalur ini berbahaya dan tidak begitu favorit. Para pendaki lebih senang memilih dua jalur lainnya. Yaitu jalur Cemoro Kandang dan jalur Cemoro Sewu.

Baca Juga : Jembatan Mangunsuko, Spot Instagenik Baru Magelang

Sebagian pendaki mengaku pernah mendengar suara bising, seakan berada di pasar, saat melewati sebuah lahan tanan yang berada di lereng Gunung Lawu. Terdengar pula suara yang sedang menawarkan dagangannya, mau beli apa?

Konon, jika disana kamu mendengan suara suara aneh tersebut, maka kamu harus membuang salah satu barang yang kamu punya. Sebagaimana orang yang sedang bertransaksi dengan cara barter.

Bagaimana menyikapi Gunung Lawu yang terkenal angker?

Cerita Misteri Yang Menyatakan Gunug Lawu Angker, Benarkah?

Selain kisah diatas, masih ada banyak lagi beragam mitos yang beredar di masyarakat bahwa Gunung Lawu ini memanglah terkenal angker dan memiliki sejumlah misteri yang mengiringi.

Mitos lain menyebutkan bahwa jangan mendaki dengan baju berwarna hijau. Ada pula yang menyatakan bahwa jangan membawa rombongan yang berjumlah ganjil. Kisah lain menyebutkan bahwa mandi di air berkhasiat di Gunung Lawu sangat bermanfaat.

Terlepas dari segala misteri dan kekayaan mitos yang dimiliki Gunung Lawu, hendaknya kamu sebagai pendaki selalu waspada.

Waspada disini bisa berarti untuk terus selalu menjaga sikap selama naik gunung. Hal-hal sederhana seperti tak berkata kasar, tidak berbuat senonoh, serta tidak membuang sampah sembaranagn bisa jadi laku baik yang mesti para pendaki terapkan.

Lagipula sejatinya, bukankah perilaku terbaik tersebut memang mestinya telah mengada dalam laku sehari hari kita sebagai manusia?

Jembatan Mangunsuko, Spot Instagenik Baru Magelang

Jembatan Mangunsuko, Spot Instagenik Baru Magelang

On October 7, 2018, in news, by Diki Romdoni
0

Jembatan Mangunsuko, Spot Instagenik Baru MagelangSiapa bilang Magelang tak memiliki destinasi wisata yang hits? Salah satu yang sedang hits di Magelang yakni Jembatan Mangunsuko.

Siapa bilang Magelang tak memiliki destinasi wisata yang hits? Rumah bagi candi terbesar di Indonesia ini menyimpan banyak sekali titik yang tak kalah instagenik dengan daerah lain. Salah satu yang sedang hits yakni Jembatan Mangunsuko Magelang.

Jembatan Mangunsuko, Spot Instagenik Baru Magelang

Digandrungi masyarakat sejak setahun lalu

Jembatan Mangunsuko, Spot Instagenik Baru Magelang

Jembatan yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo sejak 2017 ini mendapatkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Jembatan merupakan salah satu fokus infrastruktur yang dicanangkan presiden Joko Widodo pada 2019 mendatang. Beberapa diantara dibangun kokoh dan menyerupai jembatan yang ada diluar negeri.

Baca Juga : Beberapa Tempat Didunia Yang Dianggap Aman Dari Kiamat

Alhasil, bukan sekedar menjadi penghubung antara dua desa, jembatan ini pun menjadi idola masyarakat lantaran menjadi salah satu lokasi yang instagenik. Terkadang, masyarakat juga menyebut Jembatan Mangunsuko ini dengan naman Jembatan Jokowi.

Menghubungkan sungai yang instagenik

Jembatan Mangunsuko, Spot Instagenik Baru Magelang

Jembatan Mangunsuko yang dibangun sepanjang 120 meter ini menjadi penghubung antara Dusun Grogol di Desa Mangunsuko dan Dusun Tutup di Desa Sumber yang dipisahkan Sungai Senowo.

Baca Juga : Desa Wisata Digital Bagi Traveler Milenial Masa Kini

Lokasi di bawah jembatan, tepatnya disekitaran sungai Senowo inilah yang kemudian sering dijadikan objek foto lantaran aliran sungainya yang begitu instagenik.

Dari atas jembatan, kamu akan menemukan pemandangan berupa air terjun bersusun dengan rerumputan hijau yang nampak seperti matras empuk. Nun jauh diatas, kamu akan melihat panorama Gunung Merapi yang gagah.

Penasaran dengan objek wisata instagenik yang satu ini? Tak ada salahnya untuk melipir sebentar ke Magelang. Dan nikmati indahnya sungai Senowo yang hits.

Selain itu, siapkan juga kamera untuk membidik foto hits kamu. Selamat ber swafoto ria….!!!

Beberapa Tempat Didunia Yang Dianggap Aman Dari Kiamat

Beberapa Tempat Didunia Yang Dianggap Aman Dari Kiamat

On October 6, 2018, in news, by Diki Romdoni
0

Beberapa Tempat Didunia Yang Dianggap Aman Dari KiamatIni dia alasan mengapa beberapa tempat ini dianggap aman dari kiamat ini bisa dipilih.

Kiamat, sebuah fenomena kehancuran dunia ini memang sudah banyak tertulis di kitab suci berbagai agama di dunia. Namun siapa yang tahu, sebagian orang pun memercayai bahwa ada tempat aman yang akan menyelamatkan mereka dari kehancuran.

Lalu mana sajakah tempat didunia yang dianggap aman dari kiamat oleh para ahli? Berikut ini adalah daftarnya.

Beberapa Tempat Didunia Yang Dianggap Aman Dari Kiamat

Bolivian Altiplano, Amerika Selatan

Beberapa Tempat Didunia Yang Dianggap Aman Dari Kiamat

Ketika kiamat, diperkirakan perubahan iklim akan terjadi, dan itu akan membuat naiknya permukaan laut. Inilah tempat terbaik untuk menghindari bencana itu, sebuah dataran tinggi yang tidak akan pernah terkena banjir.

Bolivian Altiplano dianggap lebih aman dari Gunung Himalaya karena lebih bersahabat dan mudah dijangkau. Terlebih lagi disini terdapat air melimpah.

Leshoto, Afrika Selatan

Beberapa Tempat Didunia Yang Dianggap Aman Dari Kiamat

Leshoto merupakan daerah yang logis untuk dianggap aman dari kiamat karena berada di ketinggiam lebih dari 1000 meter dan kawasan ini memiliki sedikit patahan dan segelintir gunung berapi. Rendahnya potensi bencana alam di Lesotho membuat orang orang berasumsi bahwa tempat ini aman dari kehancuran dunia.

Baca Juga : Desa Wisata Digital Bagi Traveler Milenial Masa Kini

China

Beberapa Tempat Didunia Yang Dianggap Aman Dari Kiamat

China dianggap paling aman di bumi karena memiliki dataran tinggi yang melimpah dengan sumber daya yang banyak. Pembangunan tembok besar China juga dipercaya untuk melindungi manusia dari bencana.

Gua Krubera, Georgia

Beberapa Tempat Didunia Yang Dianggap Aman Dari Kiamat

Gua Krubera di Georgia yang cantik ini dianggap jadi tempat teraman di dunia. Kedalaman gua yang mencapai 2.191 meter memiliki sumber mata air terbaik dibandingkan dari manapun. Sehingga diyakini menjadi tempat terbaik untuk bersembunyi. Adakah yang tertarik berlindung kesini saat kiamat?

Katakomba Paris

Beberapa Tempat Didunia Yang Dianggap Aman Dari Kiamat

Siapa sangka tempat yang menyeramkan ini dianggap sebagai tempat paling aman untuk berlindung dari kiamat. Hal ini berkaitan dengan lorong yang jumlanya banyak dan membentang hingga 280 kilometer yang bisa digunakan untuk berlindung.

The Greenbrier, Virgina

Beberapa Tempat Didunia Yang Dianggap Aman Dari Kiamat

The Greenbrier merupakan sebuah bungker canggih di kawasan Virgina, Amerika Serikat. Bangunan ini dibangun pada tahun 1950 an dan dilengkapi dengan kamar, ruang rapat, kamar mandi dan sebagainya. Dianggap aman karena mampu melindungi orang-orang yang masuk kedalamnya.

Desa Wisata Digital Bagi Traveler Milenial Masa Kini

Desa Wisata Digital Bagi Traveler Milenial Masa Kini

On October 5, 2018, in news, by Diki Romdoni
0

Desa Wisata Digital Bagi Traveler Milenial Masa KiniBalkondes Sakapitu Tegalarum diproyeksikan menjadi digital village heritage, yakni kompleks wisata yang memadukan teknologi digital.

Balkondes Sakapitu Tegalarum merupakan desa wisata yang terletak di kawasan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Desa wisata ini hadir dari program Kementrian Bada Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai upaya dalam menumbuhkan ekonomi masyarakat desa dan membangun perkemabangan pariwisata di seputar kawasan tersebut.

Desa Wisata Digital Bagi Traveler Milenial Masa Kini

Tak sekedar desa, Tegalarum merupakan desa yang menyimpan potensi wisata yang kaya dan asyik untuk dijadikan destinasi traveling bagi kamu dan keluarga.

Balkondes, Sakapitu Tegalarum juga menawarkan pesona apik berlatar belakang Perbukitan Menoreh. Berjarak sekita 5 kilometer dari Candi Borobudur. Desa wisata ini juga turut didukung oleh nuansa alamnya yang masih alami dengan pemandangan yang indah dan memesona.

Desa Wisata Digital Bagi Traveler Milenial Masa Kini

Fasilitas Balkondes Sakapitu Tegalarum

Desa Wisata Digital Bagi Traveler Milenial Masa Kini

Balkondes Sakapitu Tegalarum menjadi balkondes ke 18 yang telah terealisasi. Balkondes ini dilengkapi dengan 17 kamar dengan kapasitas 34 orang serta fasilitas penunjang.

Fasilitas penunjang yang turut memanjakan para traveller disini antara lain home stay kecil, home stay besar, shower, toilet disabilitas, toilet umum, hingga wifi.

Baca Juga : Gunung Soputan Meletus, Statusnya Kini Siaga Level III

Balkondes ini juga diproyeksikan menjadi digital village heritage atau digital heritage homestay. Yakni kompleks desa wisata yang memadukan teknologi digital dengan keunikan suasana pedesaan dalam berbagai kegiatan budaya, kesenian, UMKM, pendidikan dan agrowisata.

Konsep ini tentu ramah bagi para traveler milenial yang memiliki karakter ramah terhadap teknologi dan informasi yang bersifast digital.

Namun jangan salah, tak hanya cocok bagi kaum milenial, desa wisata yang berlokasi dekat Candi Borobudur ini juga cocok bagi destinasi berlibur bersama kerabat maupun kawan sejawat.

Produk Unggulan Balkondes Sakapitu Tegalarum

Desa Wisata Digital Bagi Traveler Milenial Masa Kini

Tak hanya kaya dari segi sisi pesona pemandangan alam. Balkondes Sakapitu Tegalarum juga memiliki aneka produk unggulan yang sayang jika kamu lewatkan.

Cukup unik, salah satu yang menjadi unggulan di desa wisata Tegalarum ini adalah jamur tiram. Seiring dengan meningkatnya konsumsi jamur tiram, budidaya penganan ini pun kian mudah ditemukan disini.

Tak hanya karena rasanya yang enak dan hampir seperti daging ayam, jamu r tiram ini juga dapat menghancurkan sel kanker dan memiliki kandungan protein yang tinggi.

Selain jamur tiram, ada pula penganan rempeyek kacang yang bisa kamu cicipi. Cocok pula dibawa pulang dan dijadikan oleh-oleh untuk keluarga dirumah.

Tak hanya makanan, Balkondes Sakapitu Tegalarum juga memiliki kerajinan mainan kuda goyang. Mainan ini unik dan khas karena bahan kerajinan kuda goyang adalah kayu sengon yang banyak terdapat di kawasan Borobudur.

Selain kerajinan mainan kuda goyang, ada pula seni kerajinan lain seperti mainan anak, miniatur kapal, serta lukisan dari kayu.

Keseluruhan potensi wisata yang ada di Balkondes Sakapitu Tegalarum ini pantas untuk kamu nikmati.
Jadi kapan mau kemari??

Gunung Soputan Meletus, Statusnya Kini Siaga Level III

Gunung Soputan Meletus, Statusnya Kini Siaga Level III

On October 4, 2018, in news, by Diki Romdoni
0

Gunung Soputan Meletus, Statusnya Kini Siaga Level IIIGunung Soputan meletus dengan tinggi kolom abu vulkanik yang mencapai 4.000 meter diatasa puncak kawah atau 5.809 meter diatas permukaan laut.

Gunung Soputan meletus pada Rabu (3/10/2018) pukul 08.47 WITA. Informasi ini dibenarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencara Geologi (PVMBG) dari Pos Pengamatan Gunung Soputan.

Letusan Gunung Soputan menghasilkan tinggi kolom abu vulkanik yang mencapai 4.000 meter di atas puncak kawah atau 5.809 meter di atas permukaan laut.

“Kolom abu dengan tekanan kuat teramati berwarna kelabu hingga cokelat dengan intensitas tebal condong ke arah dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismogram denagn amplitudo maksimum 39 mm dan durasi sekitar 6 menit,” kata Sutopo, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, dikutip Kalengdrum.

Hujan abu vulkanik diperkirakan jatuh di daerah di barat-barat laut Gunung Soputan. Gunung Soputan sendiri diketahui berada di Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utaran.

Gunung Soputan Meletus, Statusnya Kini Siaga Level III

Gunung Soputan meletus tak mengganggu penerbangan

Gunung Soputan Meletus, Statusnya Kini Siaga Level III

Hujan abu vulkanik akibat Gunung Soputan meletus tidak mengganggu aktivitas penerbangan yang ada. Bandar Internasional Sam Ratulangi di Kota Manado tetap beroperasi normal.

Diketahui bahwa posisi bandara berada di Tenggara dari Gunung Soputan. Kini, Gunung Soputan berada pada status Level III  yang berarti Siaga.

Baca Juga : Situ Gunung Suspension Bridge, Jembatan Gantung Terpanjang di Indonesia

Berdasar status ini, Sutopo mengimbau kepada masyarakat agar tidak beraktifitas di seluruh area di dalam radius 4 kilometer dari puncak Gunung Soputan.

Masyarakat juga diimbau tidak masuk ke area perluasan sektoral ke arah barat-barat daya sejauh 6,5 km dari puncak Soputan. Sebab, daerah itu merupakan kawasan bukaan kawah untuk menghindari potensi ancaman guguran lava maupun awan panas.

Warga juga diminta mewaspadai potensi ancaman aliran lahar yang dapat terjadi setelah terjadinya erupsi. Hal ini dikarenakan material erupsi bisa terbawa oleh air.

Situ Gunung Suspension Bridge, Jembatan Gantung Terpanjang di IndonesiaJembatan gantung terpanjang di Indonesia. Situ Gunung Suspension Bridge hanya boleh dilintasi oleh 40 pengunjung saja dalam sekali menyeberang.

Jembatan gantung terpanjang di Indonesia rupanya terletak di wilayah Sukabumi, Jawa Barat. Objek wisata ini biasanya disebut oleh orang-orang setempat dengan nama Situ Gunung Suspension Bridge.

Jembatan gantung terpanjang di Indonesia

Situ Gunung Suspension Bridge, Jembatan Gantung Terpanjang di Indonesia

Situ Gunung Suspension Bridge ini memiliki panjang 243 meter dan lebar 18 meter yang melintang di atas ketinggian jurang mencapai 161 meter diatas permukaan tanah.

Oleh sebab ukuran tersebut itulah, Situ Gunung Suspension Bridge menjadi jembatan gantung terpanjang di Indonesia. Bahkan digadang gadang sebagai salah satu jembatan gantung yang terpanjang di Asia.

Dengan ukuran tersebut, jembatan gantung ini dapat menampun berat dengan beban 55 ton atau sekitar 150 orang. Namun peraturan Situ Gunung Suspension Bridge telah menyebutkan bahwa jembatan hanya boleh dilintasi oleh 40 pengunjung saja dalam sekali menyeberang.

Baca Juga : Kabar Buruk Untuk Pendaki, Gunung Rinjani Ditutup Hingga Tahun 2020

Pembangunan jembatan gantung ini menggunakan bahan dasar kayu ulin. Ulin atau juga yang disebut kayu besi merupakan pohon khas dari daerah Kalimantan. Namun dalam pengerjaan jembatan ini, bahan dasar dikirim Papua.

Diketahui bahwa kayu ulin memiliki beragam keistimewaan. Spesifikasi kayu besi ini tahan terhadap perubahan suhu, kelembaban dan pengaruh air laut sehingga sifat kayunya sangat berat dan keras.

Situ Gunung Suspension Bridge, Jembatan Gantung Terpanjang di Indonesia

Kayunya mampu melebar dengan diameter yang besar, tapi juga cukup tinggi, serta memiliki sifat yang sangat keras dan juga tidak mudah dimakan rayap.

Atas dasar inilah, kemudian kayu ulin dipilih sebagai pondasi dan bahan pokok dari pembangunan jembatan terpanjang di Indonesia. Yakni Situ Gunung Suspension Bridge yang ada di Sukabumi.

Menghabiskan dana lebih 4 miliar

Situ Gunung Suspension Bridge, Jembatan Gantung Terpanjang di Indonesia

Oleh karena bahan dasar yang istimewa inilah, pembangunan Situ Gunung Suspension Bridge menghabiskan biaya yang bisa dibilang besar.

Pembangunan jembatan gantung ini atas prakarsa pihak swasta dan Kementrian Lingkungan Hidup. Dana yang dikeluarkan tak tanggung-tanggung, sejak bulan Mei 2017 tercatat dana yang sudah keluar lebih dari Rp.4 Miliar.

Pembangunan jembatan gantung Situ Gunung ini diharapkan bisa bermanfaat untuk pengembangan wisata di Sukabumi. Apalagi dengan adanya lokasi destinasi lain dalam satu kawasan tersebut yakni Curug Sawer dan Situ Gunung.

Sudah bersiap memacu adrenalin dengan berwisata di jembatan gantung terpanjang di Indonesia yang satu ini?

 

Kabar Buruk Untuk Pendaki, Gunung Rinjani Ditutup Hingga Tahun 2020 Gunung Rinjani ditutup hingga 2020 mendatang. Pernyataan tersebut resmi diungkapkan oleh Kepala TNGR, Sudiyono.

Gunung Rinjani ditutup hingga 2020 mendatang.Pernyataan tersebut resmi diungkapkan oleh Kepala TNGR (Taman Nasional Gunung Rinjani), Sudiyono ketika dihubungi Kalengdrum pada Jumat (28/9/2018) sore.

“Betul, Gunung Rinjani ditutup hingga kemungkinan tahun 2020. Sebabnya sampai sekarang puncak masih terdampak longsor, ditambah adanya hujan yang terus menerus. Hal ini dikhawatirkan membahayakan pendaki,” terang Sudiyono melalui percakapan kepada Kalengdrum.

Terdampak Gempa Lombok

Kabar Buruk Untuk Pendaki, Gunung Rinjani Ditutup Hingga Tahun 2020

Kabar Buruk Untuk Pendaki, Gunung Rinjani Ditutup Hingga Tahun 2020

Gunung Rinjani diketahui telah mengalami dampak Gempa Lombok pada 29 Juli 2018 lalu. Pemulihan telah dilakukan oleh segala pihak yang terkait. Namun longsor terus terjadi sejak bencana gempa 6,4 Skala Richter mengguncang Lombok dan sekitarnya.

Gempa ini kemudian berdampak pada jalur utama pendakian yang tertutup longsor berpasir, ditambah kini cuaca sedang tak menentu dan intensitas hujan yang turun lebih sering.

Baca Juga : Menilik Destinasi Wisata di Jombang Tempat Lahir Aktivis Yenny Wahid

Sudiyono kembali menjelaskan bahwa jalur pendakian di Rinjani akan kembali stabil ketika tanah disana kembali stabil pula.

“Sambil menungu tanah stabil, menunggu hujan, kemungkinan kan hujan berhenti hingga sekitar Maret, April atau Mei tahun depan”, papar Sudiyono.

Alasan Gunung Rinjani ditutup hingga 2020

Kabar Buruk Untuk Pendaki, Gunung Rinjani Ditutup Hingga Tahun 2020

Bila musim penghujan diperkirakan hingga Maret, April maupun Mei tahun depan, lalu mengapa Gunung Rinjani ditutup hingga tahun 2020 mendatang?

Sudiyono kembali menjelaskan kepada kalengdrum bahwa kebijakan TNGR (Taman Nasional Gunung Rinjani) yang kemungkinan baru akan membuka kembali jalur pendakian pada 2020 mendatang, ada karena beberapa sebab.

“Jadi pada antara bulan Maret hingga Mei, hujan baru kemungkinan akan reda. Setelah itu, kami baru bisa mengecek kerusakan dan keperluan apa saja yang dibutuhkan.”

“Nah tahun 2019 depan berarti kan belum punya uang, biaya untuk pembetulan kerusakan. Di tahun itulah kemudian kami baru mulai mengajukan perencanaan. Diajukan tahun 2019, dan uangnya turun 2020,” jelas Sudiyono kepada kalengdrum pada Jumat (28/09/2018) sore.

Sudiyono kembali mengatakan bahwa bulan oktober 2020 adalah waktu yang paling minimal untuk Rinjani dapat beroperasi seperti semula.

Pembangunan akan direncanakan pada tahun 2020 dengan melibatkan beberapa pihak terkait baik dari TNGR sendiri, TNI, Polri, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

Jalur Alternatif Pendakian Rinjani

Kabar Buruk Untuk Pendaki, Gunung Rinjani Ditutup Hingga Tahun 2020

Diketahui bahwa dampak kerugian yang dialami sejak pendakian Gunung Rinjani ditutup ditaksir mencapai Rp.10 Miliar dibandingkan dari target yang bisa dicapai pada tahun 2017 lalu.

Tak hanya material, ada pula dampak sosial ekonomi pada ditutupnya Rinjani. Sebanyak 89 track organizer dan 1.226 orang porter dan guide turut berdampak. Mereka harus rela kehilangan sumber penghasilannya yang bergantung dari pariwisata Gunung Rinjani.

Kini yang bisa dilakukan TNGR ialah menyurvei keamanan pendakian. Sudiyono mengatakan bahwa pihaknya akan membuat kajian wisata Gunung Rinjani dan alternatif yang bisa dicapai.

“Sekarang sedang bersiap menyurvei keamanan, mencari jalur alternatif yang bisa didaki, jadi bisa mendakin tapi nggak sampai puncaknya,” tutur Sudiyono mengakhiri.

Menilik Destinasi Wisata di Jombang Tempat Lahir Aktivis Yenny WahidSeperti ayahnya Gus Dur, Yenny Wahid memiliki pola pikir yang lebih mengedepankan perihal Islam yang moderat, menghargai pluralisme serta pembawa damai.

Yenny Wahid yang bernama lengkap Zannuba Afiffah Chafsoh Rahman Wahid merupakan anak kedua dari pasangan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Sinta Nuriyah.

Tergolong aktif dalam bidang Islam dan politik Indonesia, membuat Yenny Wahid dikenal dan disegani banyak kalangan. Tak hanya itu, kini ia tengah menjabat sebagai direktur Wahid Institute.

Seperti laiknya ayahnya, Gus Dur, Yenny Wahid memiliki pola pikir yang lebih mengedepankan perihal Islam yang moderat, menghargai pluralisme, serta pembawa damai.

Yenny sendiri merupakan anak kedua Presiden Keempat Indonesia yang lahir di Jombang, Jawa Timur pada 29 Oktober 1974 silam. Pemikiran pemikiran positif yang dilahirkan oleh keluarga Gus Dur ini secara tak langsung turut membawa Jombang sebagai daerah pergerakan positif.

Jombang sebagai kabupaten provinsi Jawa Timur memiliki ragam kekayaan, baik dari segi pemikiran, perkumpulan, kultur budaya, hingga ragam wisata yang ada.

Menilik Destinasi Wisata di Jombang Tempat Lahir Aktivis Yenny Wahid

Dibawah ini adalah beberapa kekayaan destinasi wisata yang dimiliki oleh masyarakat Jombang, Jawa Timur.

Gola Sigolo Golo

Jombang rupanya memiliki destinasi wisata yang melimpah namun tak sedikit yang belum terjamah, salah satunya adalah Goa Sigolo Golo.

Lokasi wisata Goa Sigolo Golo ada di Dusun Kraten, Desa Panglungan, kecamatan Wonosalam, kabupaten Jombang, Jawa Timur. Meski tempatnya cukup pelosok, namun keindahan yang ditawarkan oleh goa ini mantap sekali.

Candi Ngrimbi

Candi Ngrimbi adalah salah satu destinasi wisata di Jombang yang dahulunya merupakan pintu masuk Kerajaan Majapahit, tepatnya di pintu masuk bagian selatan.

Bangunan candi ini mengalami perubahan bentuk dengan berjalannya waktu. Karena banyak tekstur candi yang mengalami kerusakan. Hingga bentuk candi Ngrimbi yang sekarang berbeda dengan bentuk candi yang aslinya di masa lalu.

Baca Juga : Bangunan Paling Berbahaya di Dunia, Punya Nyali Tinggal Disini?

Meski tak sebesar Candi Borobudur atau Prambanan, Candi Ngrimbi ini memiliki kebesaran Nama Majapahit yang melegenda.

Likasi destinasi wisata bersejarah yang satu ini berada di Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Lokasinya sangat strategis yakni di jalan utama Mojoagung-Wonosalam.

Air Terjun Tretes

Menilik Destinasi Wisata di Jombang Tempat Lahir Aktivis Yenny Wahid

Air Terjun Tretes merupakan sebuah destinasi wisata alam yang terletak di desa Galendewo, atau lebih tepatnya berada sekitar 40 km dari pusat kota Jombang.

Air terjun ini memiliki ketinggian 158 meter atau berada di ketinggian 1.250 di atas permukaan laut. Memiliki aliran air yang cukup deras, pengunjung yang hendak plesir kesini di imbau untuk berhati hati.

Bangunan Paling Berbahaya di Dunia, Punya Nyali Tinggal Disini?

On September 29, 2018, in news, by Diki Romdoni
0

Bangunan Paling Berbahaya di Dunia, Punya Nyali Tinggal Disini?Jika kamu ingin merasakan adrenalin sesungguhnya? Cobalah datangi bangunan paling berbahaya didunia yang dibangun ditempat mengerikan.

Jika kamu mencintai ketinggian, maka foto foto berikut ini mungkin akan membuat kamu terinspirasi untuk travelling ke tempat-tempat ini. Bangunan paling berbahaya di dunia yang lokasinya berada di tebing curam dan tengah bukit berbatu.

Hebatnya, beberapa bangunan-bangunan itu telah berdiri kuat di tempat yang sama selama ratusan bahkan ribuan tahun. Meskipun mereka berada di tempat yang tampak berbahay. Berikut ini adalah bangunan paling berbahaya di dunia yang mungkin bisa saja jadi destinasi travelling kamu.

Bangunan Paling Berbahaya di Dunia, Punya Nyali Tinggal Disini?

Saint Michel d’Aiguilhe, Kapel di Puncak Bukit Batu di Prancis

Bangunan ini sudah berusia 1000 tahun dan berdiri di atas sumbat vulkanik setinggi 280 kaki. Kapel ini dikelilingi jalan yang menyediakan pemandangan indah kota dengan katedral Puy Notre Dame nya.

Gereja di Katskhi Pillar, Georgia

Ini dia gereja luar biasa yang berdiri di atas Pilar Katskhi setinggi 130 kaki di Georgia. Selama berabad abad tahun lamanya penduduk hanya melihat reruntuhan misterius di puncaknya.

Baca Juga : Destinasi Kekinian Taman Selfie Binjai Sumatera Utara

Namun akhirnya pada tahun 1944 sebuah kelompok pendaki Alexander Japaridze membuat ekpedisi pilar pertama yang didokumentasikan dan menemukan kapel itu. Kini hanya mereka yang mendapatkan undangan yang bisa mencapai puncaknya.

Mareora di Yunani Tengah

Ini merupakan rumah para biara yang memukau. Banyak yang bilang bangunan ini adalah The Monastery of the Holy Trinity. Dibangun sejak 1392, bangunan ini masih cantik. Untuk sampai ke bangunan ini pengunjung harus melangkah sebanyak 140 langkah ke atas.

Bangunan Kota Bonifacio di Corsica

Kota bersejarah ini dibangun di tebing kapur, meskipun begitu ia masih tetap kokoh.

Hanging Temple, China

Kuil Gantung atau Hanging Temple ini adalah kuil yang dibangun di tebing dekat Gunung Heng di Provinsi Shanxi, Cina pada tahun 491. Aneh tapi nyata, kuil ini masih berdiri tegak meskipun ia telah berumur lama.

Paro Taktsang, Bhutan

Dibangun pada 1692, bangunan ini jadi yang paling ikonik di Bhutan. Tempat ini sering mendapatkan sebutan sebagai Sarang Harimau. Sayangnya bangunan ini terkena kebakaran pada tahun 1998. Namun pada akhirnya dipulihkan dan menjadi memesona kembali.

Destinasi Kekinian Taman Selfie Binjai Sumatera Utara

On September 28, 2018, in news, by Diki Romdoni
0

Destinasi Kekinian Taman Selfie Binjai Sumatera UtaraTaman Selfie Binjai, tempat nongkrong baru yang seru buat berburu foto-foto instagramable. Pastikankamu tak melewatkan destinasi keren ini.

Kota Binjai Sumatera Utara terkenal sebagai kota Rambutan dan segala wisata budayanya. Namun kini, para milenials akan semakin semangat untuk datang ke kota ini dari Medan karena adanya destinasi baru yang instagramable banget.

Taman Selfie yang terletak di Jalan MT Haryono, Kebun Lada, Binjau Utara in telah menjadi tempat bagi para penggermar foto dari seluruh Sumatera Utara. Disini kamu akan menemukan 25 spot berfoto yang ciamik dan wajib banget untuk diunggah ke media sosial.

Berawal dari kafe, tempat ini akhirnya disulap menjadi sebuah arena bagi masyarakat yang ingin mendapatkan foto keren dengan berbagai ltar dalam satu tempat. Hal ini terjadi tak tanpa sebab.

Destinasi Kekinian Taman Selfie Binjai Sumatera Utara

Seiring meningkatnya penggunaan media sosial, kebutuhan untuk berbagi cerita sehari-hari ke internet semakin meningkat. Akhirnya berdirilah berbagai destinasi untuk berfoto di sekeliling gedung kafe yang sudah berdiri terlebih dahulu.

“Sekarang kan banyak yang instagramable, dan selfie itu virus jadi kita perlu anti-virusnya, kita beri vaksinnya di Taman Selfie ini. Ini kafe jadi target generasi milenial, memanfaatkan yang sedang hits”, ujar Ahmadi, pemilik Taman Selfie.

Saat menginjakkan kaki di Taman Selfie, kamu akan merasakan suasana yang asri karena banyaknya pohon yang mengelilingi area ini. Kamu pun bisa langsung menyerbu berbagai titik untuk berselfie atau welfie bersama orang tersayang.

Baca Juga : Wisata Dekat Ibukota, Danau Biru Cigaru Tangerang

Disini, pengunjung bisa menemukan 10 spot foto yang unik dan wajib untuk dicoba semua. Mulai dari Titi Jadian, Jembatan kayu yang diujungnya tertempel tulisan “Happy Anniversary”. Hingga Apartemen Merpati, yaitu rumah bagi burung merpati yang dipelihara di tempat ini.

Masih belum puas? Jangan khawatir kamubisa masuk ke arena Hitzpark dengan membayar biaya masuk sebesar Rp.15.000,- saja. Di Hitzpark, pengunjung bisa menemukan 15 spot foto lagi yang tak kalah keren dari sebelumnya.

Karpet terbang, teras terbalik, hingga rumah Belanda bisa menjadi latar yang kece untuk foto foto kamu.

Taman Selfie juga menyewakan kostum secara cuma cuma agar kamu bisa bergaya sembari mengabadikan momen.

Setelah puas berfoto, kamu juga bisa memesan makanan yang disediakan oleh kafe di Taman Selfie. Ditemani pepohonan yang rimbun, para pengunjung bisa bercengkrama dengan keluarga seperti sedang berpiknik.

Makanan yang ditawarkan pun beragam, mulai dari Mie Terbang sampai Roto Kreak yang bisa dimakan bersama sama. Uniknya lagi, semua kayu yang dipakai Taman Selfie menggunakan kayu bekas sehingga ramah lingkungan.

Pastinya kamu akan puas untuk ber selfie sambil makan enak di Binjai dengan datang ke Taman Selfie.

Skip to toolbar