Desa Sasak Sade, Desa Wisata Di Lombok Yang Unik

Desa Sasak Sade, Desa Wisata Di Lombok Yang Unik – Lombok selama ini sudah begitu terkenal dengan keindahan alam pantainya. Hal ini juga sudah diakui oleh sebagian wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun tentu saja kalau Lombok ini juga kaya akan budaya yang menarik.

Pulau yang eksotis ini juga menyuguhkan pilihan wisata yang menarik dan tak hanya pantai saja. Misalnya dari segi wisata budaya ataupun sejarah yang juga terdapat di Lombok. Tentunya wisata budaya yang ada di Lombok tadi tak kalah menarik dengan wisata alamnya juga dong?

Desa Sasak Sade, Desa Wisata Di Lombok Yang Unik

Salah satu contoh wisata budaya yang ada di Lombok adalah Desa Sade. Di desa wisata Lombok satu ini terdapat sebuah desa adat Suku Sasak yang merupakan penduduk (suku) asli Lombok. Desa Sade yang merupakan desa wisata keren ini berada di daerah Rambitan tak jauh dari pusat kota. Atau jika dari arah bandara internasional Lombok di Praya, hanya akan memakan waktu tempuh sekitar 15-20 menit saja untuk menuju Desa Sade.

Desa ini tepatnya berada di daerah sekitar jalan raya Praya, tepat di tepi jalan menuju Kuta. Iya, jalan yang menghubungkan antara Mataram-Praya-Kuta. Sehingga letak desa ini tidak terlalu terpencil seperti kebanyakan desa budaya seperti wae rebo yang ada di Flores. Uniknya, meski Desa Sade yang merupakan desa wisata di Lombok ini terletak di tepi jalan raya beraspal mulus, namun tetap menjaga adat istiadat setempatnya.

Selain itu, walau dikenal masih menjaga adat tradisional namun warga sasak disini tidak menutup diri dari pendatang. Sebagai buktinya desa ini dijadikan sebagai objek wisata untuk wisatawan yang ingin mengenal lebih jauh kebudayaan Suku Sasak. Siapapun boleh datang kesini, bahkan juga boleh berbelanja oleh-oleh di Desa Sade.

Desa ini tepatnya berada di daerah sekitar jalan raya Praya. tepat di tepi jalan menuju Kuta. Iya, jalan yang menghubungkan antara Mataram-Praya-Kuta. Sehingga letak desa ini tidak terlalu terpencil seperti kebanyakan desa budaya seperti wae rebo yang ada di Flores. Uniknya, meski Desa Sade yang merupakan desa wisata di Lombok ini terletak di tepi jalan raya beraspal mulus, namun tetap menjaga adat istiadat setempatnya.

Selain itu, walau dikenal masih menjaga adat tradisional namun warga sasak disini tidak menutup diri dari pendatang. Sebagai buktinya desa ini dijadikan sebagai objek wisata untuk wisatawan yang ingin mengenal lebih jauh kebudayaan Suku Sasak. Siapapun boleh datang kesini, bahkan juga boleh berbelanja oleh-oleh di Desa Sade.

Desa Sasak Sade, Desa Wisata Di Lombok Yang Unik

Atap rumah adat Desa Sade terbuat dari kayu, yang ditutup dengan rumput gajah atau kadang juga diganti dengan alang-alang.

Terlihat dengan sangat jelas dari jalan raya, keberadaan desa ini langsung menarik perhatian siapapun. Selain terlihat mencolok, dari luar langsung terlihat ciri khasnya yang unik. Yaitu bernuansa atap-atap ijuk khas rumah tradisional suku Sasak. Ditambah dengan sebuah papan tulisan Selamat Datang di Desa Sade, tentunya membuat tertarik siapapun untuk melihatnya dari jauh.

Suku Sasa ini merupakan suku asli masyarakat Lombok yang sudah ada dari zaman dahulu. Desa adat Sade yang merupakan desa wisata di Lombok ini terdiri dari kurang lebih 150 Kepala Keluarga. Bahkan konon dikabarkan kalau kebudayaan suku ini juga tercatat pula dalam Kitab Negara Kertagama karangan Mpu Nala dari Kerajaan Majapahit, dimana suku sasak dituliskan sebagai Lomboq Mirah Sak-Sak Adhi.

Ini juga menjadi bukti bahwa suku Sasak ini termasuk bagian dari sejarah yang begitu unik, khususnya sejarah di Lombok itu sendiri. Hasil kebudayaan suku Sasak di Desa Sade ini antara lain adalah rumah adatnya yang sangat khas dan memiliki fitur serta makna tersendiri di setiap pembuatannya. Di desa sade ini semua masyarakatnya tinggal di rumah tradisional ini.

Desa Sasak Sade, Desa Wisata Di Lombok Yang Unik

Salah satu bahan atap rumah adat Desa Sade, desa wisata di Lombok yang keren. Dari bagian atap, rumah ini terbuat dari ijuk jerami atau rumbia. Sementara itu untuk dinding/bilik rumah semuanya dari bambu. Sebagai lantai, masyarakat suku sasak ini menggunakan campuran getah pohon, abu jerami dan juga tanah yang kemudian dioles oleh kotoran kerbau untuk dijadikan bahan dasar lantai rumah mereka.

Namun jangan salah mengira bahwa rumah mereka akan bau karena beralaskan kotoran kerbau. Kotoran kerbau tersebut tentunya sudah mengering dimana bakteri penyebab bau nya sudah mati karena sudah dijemur matahari. Kotoran kerbau ini sangat berguna untuk mencegah kelembapan tanah dan juga melicinkan lantai juga menjaga agar suhu udara di dalam rumah tetap dingin.

Desa Sasak Sade, Desa Wisata Di Lombok Yang Unik

Foto bagian dalam “Bale” atau rumah adat di Desa Sade, Lombok.

Rumah adat suku sasak disini hampir semuanya berukuran sama. Kesimanya kira-kira berukuran sekitar 7×5 m dan semuanya menghadap Gunung Rinjani yang juga dianggap suci oleh warga Lombok. Memang Gunung Rinjani ini dipercaya oleh masyarakat sebagai tempat bersemayannya roh leluhur.

Untuk ruangan, rumah adat sasak ini memiliki 2 ruangan utama. Dimana salah satu ruangan untuk anggota keluarga dalam menjalankan aktivitasnya yang lebih privat, sehingga biasanya disebut bale dalam. Yang termasuk bagian bale dalam, didalamnya juga terdapat sebuah dapur serta kamar tidur. Sementara itu satu lagi untuk anggota keluarga lainnya yang biasa disebut bale luar. Bale luar ini juga termasuk tempat untuk menerima tamu.

Pintu masuk rumah adat desa Sade ini juga dibuat dengan unik. Kesemuanya dibuat oleh rendah dari kepala orang dewasas, atau tingginya kira-kira hanya seukuran dada orang dewasa. Hal ini membuat siapapun tamu yang masuk harus menunduk. Ini merupakan simbol bahwa tamu menghormati si pemilik rumah.

Selain rumah tinggal, desa wisata di Lombok ini juga memiliki bangunan-bangunan tradisional lainnya yang merupakan ciri khas suku Sasak diantaranya ada lumbung padi yang hanya mempunyai satu jendela biasa digunakan sebagai tempat menyimpan hasil pertanian, dan ada juga yang berugak merupakan pondokan kecil seperti gazibu untuk tempat berkumpul warga.

Desa Sasak Sade, Desa Wisata Di Lombok Yang Unik

Masyarakat desa sade adalah pentani ulung dan penenun handal. Semuanya memiliki ciri-ciri sama yaitu beratapkan ijuk jerami dan berdindingkan bambu. Keunikan mereka bukan tak lain karena konon Suku sasak ini merupakan asimilasi kebudayaan Hindu dan Islam yang merupakan latar belakang sejarah masyarakat Lombok saat ini.

Kepercayaan ataupun agama yang dianut oleh suku Sasak di Sade ini adalah Islam Wektu Telu dimana perpaduan kepercayaan Islam dan juga ajaran Hindu. Mereka beribadah hanya 3x sehari sesuai dengan falsafahnya dimana telu atau tiga itu mencerminkan fase kehidupan mereka yaitu lahir, tumbuh dan mati.

Namun seiring dengan kuatnya ajaran agama Islam di Lombok, mereka pun terbuka mengubah ajaran wektu telu itu menjadi wektu lima, jadi mereka juga beribadah 5x sehari sebagaimana Muslim umumnya beribadah. Kerennya lagi, di desa adat Sade ini juga terdapat masjid untuk beribadah loh!

Desa Sasak Sade, Desa Wisata Di Lombok Yang Unik

Selain itu, pencerminana waktu telu itu juga tercermin dalam arsitektur rumah mereka dimana ada anak tangga penghubung bale luar dan dalam yang berjumlah tiga dan sekarang jumlah anak tangga itu juga berubah menjadi lima. Hasil kebudayaan lain yang bisa didapatkan dari desa ini adalah kain tenun ikat yang bermotifkan binatang, tumbuhan dan abstrak.

Kain tenun dibuat sendiri oleh wanita asli suku Sasak di desa ini dan diproduksi untuk dijual kepada wisatawan yang mengunjungi desa ini. Selain kain tenun ikat yang harganya jauh lebih mahal, penduduk desa ini juga menjual berbagai macam souvenir seperti berbagai macam aksesoris gelang, kalung dan lain-lain yang harganya terjangkau mulai dari IDR 5.000,- saja.

Desa Sasak Sade, Desa Wisata Di Lombok Yang Unik

Tidak ada kain tenun yang jelak di desa wisata Lombok ini! Semuanya keren!

Selain budaya, hasil kerajinan tangan, ada banyak yang bisa didapatkan ketika berkunjung ke desa adat sade ini. Terutama tentang kebudayaan Suku Sasak yang masih bergelut dengan adat istiadat yang kental. Keteguhan mereka untuk tetap mempertahankan tradisi leluhur di tengah kencangnya modernisasi patut diacungi jempol!

Tentu tidak lupa, hal paling menarik untuk kalian saat berkunjung kesini adalah arsitektur bangunan-bangunan disini yang memiliki filosofis masing-masing. Arti dari filosofi tadi juga merupakan nilai-nilai yang tetap mereka pegang teguh sampai saat ini. Nah, kalau kalian berkunjung ke desa wisata di Lombok yang keren ini, jangan lupa untuk berbelanja kain tenun mereka ya! Keren dan murah loh!

 

Related entries

Digg it StumbleUpon del.icio.us Google Yahoo! reddit

Leave a comment