Surga Lain di Tanah Papua, Laut Kaimana Yang EksotisDi ujung Indonesia, tersimpan beragam harta karun yang menggoda wisatawan. Salah satunya adalah gugusan karst megah di Pantai Kaimana.

Siapa bilang berwisata di kampung halaman sendiri kurang menyenangkan? Tak kalah dari negara negara sebelah, Indonesia memiliki kekayaan yang tiada tara. Mulai dari kekayaan alam, tradisi dan budaya. hingga beragam potensi pariwisata ada di Indonesia.

Dari wisata alam penuh tantangan, hingga wisata cantik untuk mengisi fedds sosial media. Semua bia kamu cari di Indonesia. Di ujung Indonesia tersimpan beragam harta karun yang menggoda wisatawan. Salah satunya adalah gugusan karst megah di Pantai Kaimana.

Surga Lain di Tanah Papua, Laut Kaimana Yang Eksotis

Kabupaten Kaimana, terletak di Provinsi Papua Barat. Berbatasan dengan Kabupaten Teluk Bintuni dan Teluk Wondama di utara, Kabupaten Nabire dan Mimika di timur, Laut Aru di selatan dan Kabupaten Fak-fak di barat.

Meskipun terletak di daerah terpencil di Papua Barat, keindahan alam Kaimana akan sanggup membuat kamu menganga takjub. Penasaran bagaimana indahnya Kaimana? Simak selengkapnya.

Menanti Senja Yang Sempuran di Kaimana

Salah satu yang menjadi favorit wisatawan di Kaimana adalah senjanya yang begitu memukau. Kaimana memang dikenal sebagai ‘Kota Senja’. Kisang tentang senja ini juga sempat diabadikan oleh penyanyi Alfian dalam lagunya ‘Senja di Kaimana’.

Semburat merah merona menghiasi langit Kaimana, berpadu dengan birunya laut jernih di Papua membentuk panorama yang akan membuat kamu menahan nafas. Disini kamu bisa menyaksikan matahari berpulang di garis pantai yang presisi. Senja laut ini bisa dinikmati sepanjang jalan utama kota yang besisian dengan pantai.

Berenag Bersama Hiu Paus Yang Langka

Menurut para peneliti Hiu Paus (Rhincodon typus) merupakan spesies hiu terbesar di muka bumi. Sejak ditemukan pada sekitar tahun 2012, hiu paus di Kaimana telah mulai menarik wisatawan untuk datang dan berenang.

Berbeda dengan hiu yang ada di wilayah lain, hiu di Kaimana dapat ditemui setiap pagi, setiap hari dan sepanjang tahun. Hiu Paus bisa ditemui dari pukul 05.00 pagi sampai pukul 08.00. Oleh para nelayan, hiu hiu ini diberi makan ikan ikan kecil yang tak sempat dibawa pulang.

Untuk para wisatawan yang ingin berenang bersama hiu raksasa jinak ini, kamu harus berangkat pagi pagi dari Pelabuhan Kaimana menuju lokasi bagang apung miliki nelayan setempat yang sedang mencari ikan.

Hiu hiu bisa kamu jumpai di Teluk Bicari yang terletak antara Kampung Maimai di daratan Papua dan Tanjung Erana di Pulau Namatota.

Dari Pelabuhan Kaimana, lokasi tersebut bisa ditempuh dalam waktu sekitar 45 menit menggunakan perahu motor berkecepatan tinggi.

Tak hanya wisatawan lokal, banyak pula wisatawan luar negeri yang datang untuk berenang bersama Hiu Paus. Selain berenang besama hiu, kamu bisa juga melakukan snorekling dan siap siap kagum terhadap kekayaan bawah laut yang masih asri.

Mengelilingi Lukisan Purba

Bukan hanya senjanya saja yang memukau, disini kamu masih bisa menemukan harta karun lain. Menyusuri laut Kaimana dengan jajaran pulau pulaunya, kamu bisa menemukan peninggalan budaya nenek moyang. Jajaran bukit karst dihiasi dengan lukisan lukisan warna merah yang telah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Dinding karst ini bagaikan galeri alami karya leluhur Indonesia.

Gambar manusia, telapak tangan, ikan, sejenis kadal, bentuk matahari. hingga rahim perempuan masih tercetak jelas di tebing tebing karst. Sulit membayangkan bagaimana lukisan ini ditorehkan pada masanya.

Lukisan lukisan ini terletak 5-25 meter di atas permukaan laut yang sulit dijangkau. Beberapa bahkan tersembunyi di ceruk batu batu. Bagaimana? Siap mengagumi keindahan warisan nenek moyang yang satu ini?

Tradisi Buka Sasi

Jika kamu beruntung, kamu bisa menyaksikan tradisi Buka Sasi oleh masyarakat setempat. Tradisi ini merupakan tradisi buka laut sebelum mencari ikan. Warga akan beramai ramai datang ke laut untuk memanen hasil laut berupa teripang, kerang dan kerang batulaga. Buka Sasi adalah bagian dari kearifan lokal “sasi nggama”. yang artinya hasil laut tertentu bisa diambil saat tertentu saja.

Adat ini bertujuan untuk menjaga kelestarian alam yang ada. Ikan ikan yang ada di laut bebas diambil kapanpun, kecuali di zona tabungan ikan. Dalam prosesi acara ini, tak hanya nelayan laki laki yang menyelam, nelayan nelayan perempuan dan ibu ibu pun turut menyelam tanpa alat bantu.