Logika Metafisika

Posted by
|

cukup menarik memang bila mengangkat masalah2 gaib dikaitkan dengan logika, walaupun keduanya tampak 2 sisi yang berbeda, tapi cukup menarik untuk saya coba angkat menjadi sebuah tulisan yang saya kutip dari beberapa referensi.

Sebenarnya dunia digital/IT sama halnya dengan dunia Gaib, yg tidak memiliki wujud, yang pada dasaranya semuanya bersumber pada sinyal digital 0 dan 1, ada dan tidak, + dan -, semuanya berpasang-pasangan seperti yang allah ciptakan kepada semua makhluknya. berbicara mengenai metafisika, semua nya bisa kita jelaskan menggunakan logika yang mudah untuk dipahami , saya sadur kutipan dari www.kaskus.us

Santet, teluh, sihir atau apapun namanya adalah energi negatif yang mampu merusak kehidupan seseorang,berupa terkena penyakit, kehancuran rumah tangga hingga sampai kematian.
Berbagai penyelidikan pun telah banyak dilakukan ilmuwan terhadap fenomena santet dan sejenisnya. Tentu metode penelitian para ilmuwan agak berbeda dengan agamawan.
Jika para agamawan memakai rujukan dalil-dalil kitab suci (ayat kitabiyah), maka para ilmuwan menggunakan ayat kauniyah (alam semesta) untuk menyelidiki santet ini. Penyelidikan yang menggunakan ayat kauniyah tentunya harus memiliki metode yang sifatnya ilmiah, mulai dari mencari kasus-kasus santet, tipe-tipe santet, gejala, akibat dan sebagainya.
Lalu kemudian dilakukan berbagai eksperimen untuk penyembuhannya. Salah satu kesimpulan / pendapat yang mengemuka adalah santet itu sebenarnya adalah energi. Kenapa dalam kasus santet bisa masuk paku, kalajengking, penggorengan, dan lainnya, bisa dijelaskan melalui proses materialisasi energi.
Nah, santet dan mahluk halus itu ternyata energi yang bermuatan (-). Bumipun ternyata memiliki muatan (-). Dalam hukum C Coulomb dikatakan bahwa muatan yang senama akan saling tolak menolak dan muatan yang tidak senama justru akan tarik menarik. Rumusnya :
F = K * ((Q1*Q2)/R^2)
F = gaya tarik menarik
K = Konstanta
Q1, Q2 = muatan
R = jarak
Nah karena demit alias mahluk halus dan bumi itu sama-sama bermuatan (-) makanya para demit itu tidaklah menyentuh bumi.
Orang tua jaman dulu juga sering mengingatkan jika bicara dengan orang yang tidak dikenal pada malam hari maka lihatlah apakah kakinya menapak ke bumi atau tidak. Jika tidak, maka ia berarti golongan mahluk halus.
Begitu juga dengan santet yang ternyata bermuatan (-), maka secara fisika bisa ditanggulangi atau ditangkal dengan hukum C Coulomb ini . Adapun cara untuk menangkal nya berikut saya kutip

1. Tidurlah di lantai yang langsung menyentuh bumi.

2. Membuat alat elektronik yang mampu memancarkan gelombang bermuatan (-).Mahluk halus, jin, santet, dll akan menjauh jika terkena getaran alat ini. Tapi kelemahan alat ini tidak mampu mendeteksi mahluk baik dan jahat. Jadi, alat ini akan “menghajar” mahluk apa saja. Jika ada jin baik dan jin jahat maka keduanya akan “diusir” juga.

3. Menanam pohon atau tanaman yang memiliki muatan (-).
Bagi yang peka spiritual, aura tanaman ini adalah terasa “dingin”. Pohon yang memiliki muatan (-) diantaranya : dadap, pacar air, kelor, bambu kuning dll.
Tanaman sejenis ini paling tidak disukai mahluk halus. Biasanya tanaman bermuatan (-) ini tidaklah mencengkram terlalu kuat di tanah (bumi) dibandingkan dengan tanaman bermuatan (+)
Lain halnya dengan pohon yang memiliki muatan (+) seperti pohon asem, beringin, belimbing, kemuning, alas randu, dll maka phohon sejenis ini tentu akan menarik mahluk halus dan seringkali dijadikan tempat tinggal. Hal ini dikarenakan ada gaya tarik menarik antara pohon (+) dan mahluk halus (-) sesuai hukum C Coulomb.

nah, cukup menarik memang dan bisa kita terima dengan akal sehat, jadi gaib dan nyata semuanya sama-sama ciptaan Allah swt.

About The Blogs

Blogs Unpas ini dibangun dengan menggunakan Wordpress yang dilengkapi dengan fitur Multisite diintegrasikan dengan Buddy Press. Dikembangkan oleh Tim SPTIK Universitas Pasundan Bandung.

What is BuddyPress?

BuddyPress is a WordPress plugin to make your website a social network with community features like groups, forums, messaging, blogs and more.
Follow us: Twitter | Facebook
Universitas Pasundan Bandung Copyright © 2012 Universitas Pasundan. All rights reserved.
Skip to toolbar