Pengamat Timur Tengah, Alto Luger, menyebutkan pergerakan #2019GantiPresiden menjadi konvergensi kebutuhan beberapa pihak yang ingin membangun kekhilafahan di Indonesia.

Baca juga: sistem pemerintahan Indonesia

” Apapun topeng yang digunakan, tidak dapat tutup DNA serta arah akhir dari pergerakan itu, yakni ganti skema pemerintahan berdasar pada Pancasila serta UUD 1945 dengan skema kekhilafahan, ” katanya dalam keterangannya tercatat yang di terima, Sabtu (8/9/2018) .

Diteruskannya, ada banyak bagian yang mempunyai kebutuhan bersama dengan di dalam pergerakan ini, meskipun mereka sendiri belumlah pasti sama-sama mensupport.

” Grup pertama ialah bagian terorisme, yang memberi angin pada beberapa sel teroris aktif yang berada di Indonesia, ” katanya.

Mereka, disebutkan Alto, mungkin tidak turut berdemonstrasi bersama dengan dengan publik.

Artikel Terkait : kata baku dan tidak baku

” Tetapi mereka manfaatkan keadaan anarkistis yang berlangsung ini untuk rekrutmen sekaligus juga pembenaran kehadiran pergerakan mereka, ” kata Alto.

Grup ke-2, diteruskan Alto, bagian Daulah Islamiyah, seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) .

” HTI miliki 3 tingkatan dalam membangun khilafah, yang mereka bungkus dalam arti ‘Revolusi Damai Islam’ ” ujarnya

Tingkatan pertama, disebutkan Alto, yaitu penguatan kader (marhalah al-tathqif) .
Ke-2, tingkatan hubungan (marhalah tafa’ul ma’a al-naas) dengan infiltrasi ke militer, polisi, institusi politik paling tinggi, serta lembaga-lembaga pemerintahan yang lain.

” Di step ini, lakukan agitasi pada mereka untuk lakukan revolusi dengan membuat perseteruan pada simpatisan serta penolak inspirasi Khilafah, ” kata Alto.

Alto meneruskan, step ke-3 yaitu saat momen telah terwujud, jadi revolusi atau istislam al-hukmi dikerjakan, dimana pemerintahan yang resmi dijatuhkan.

Grup ke-3 yang ikut serta Pergerakan #2019GantiPresiden ialah bagian orang politik oportunis, yang ingin berkuasa, tapi tidak mendapatkan tempat dalam pemerintahan yang tengah berjalan.

” Mereka bukan oposisi, tapi mereka cuma ingin berkuasa lewat cara apapun, ” katanya.

Selain itu, grup ke empat ialah bagian kapitalis, yang cuma ingin memperoleh keuntungan finansial dari kericuhan yang berlangsung.

” Buat mereka, kata Alto, apapun skema pemerintahan yang digunakan, yang terpenting ialah mereka menghimpun kekayaan yang sebanyak, ” katanya.