Jelang pengumuman Ketua Team Kampanye Nasional (TKN) pasangan Joko Widodo-Maruf Amin, nama Erick Thohir makin dijagokan menempati tempat itu.

Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani mengatakan, dari beberapa nama yang dicalonkan jadi ketua TKN, nama Erick Thohir dipandang sangat wajar.

“Berdasar pada komunikasi beberapa Sekjen dengan presiden waktu lalu, memang nama Erick Thohir tempati posisi teratas berdasar pada analisa beberapa Sekjen. Dengan lihat dari cara SWOT, memang nama Erick Thohir tempati posisi paling atas,” kata Arsul di DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (7/9).

Cara SWOT yang ia tujuan, ialah cara rencana strategis dengan mengevaluasi empat aspek yang membuat akronim SWOT, yakni strengths (kemampuan), weaknesses (kekurangan), opportunities (kesempatan), dan threats (ancaman).

Akan tetapi Arsul menyatakan, presiden club sepakbola Italia Inter Milan itu, belumlah dapat diyakinkan akan jadi ketua TKN Jokowi-Maruf. Karena penetapan tempat itu dipastikan seutuhnya oleh Jokowi.

“Jika pak Erik bersedia tentu saja hal itu akan membahagiakan untuk kami,”katanya.

Baca Juga: analisis SWOT 

Menurut Sekjen PSI, Raja Juli Antoni, pengumuman TKN Jokowi-Maruf akan dikerjakan pada jam 17.00 WIB ini hari, Jumat (7/9). Pengumuman akan dikatakan langsung oleh Jokowi di Rumah Cemara di Menteng, Jakarta Pusat, dengan didampingi beberapa sekjen partai Konsolidasi Indonesia Kerja (KIK).

Selama saat kerja Team Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, pekerjaan Ketua TKN Erick Thohir sering tidak terpantau dalam menjalankan program kerjanya.

Eksistensi Erick tidak seperti beberapa sekjen partai konsolidasi yang menjabat menjadi wakil ketua TKN yang tetap tampil di alat untuk menguraikan beberapa program sampai pekerjaan kampanye saat beberapa waktu ke depan.

Menyikapi hal itu, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf Arsul Sani mengaku jika figur Erick memang disediakan untuk kerja di belakang pintu. Berarti, Erick ditugaskan untuk kerja yang tidak mengharuskannya untuk didapati publik.

“Sebab ia ketua TKN kan ada memang tugas-tugas, serta saya duga semakin banyak tugas-tugas, saya ucap pekerjaan back door,” kata Arsul di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/10).

Dia memberikan contoh pekerjaan dibalik pintu itu yakni menghimpun dana untuk membiayai kepentingan kampanye kelak. Perihal ini mengingat latar belakang Erick yang disebut entrepreneur.

Artikel Terkait: pengertian analisis

“Back door itu, contohnya, sebab kan pemilihan presiden itu kan ikut membutuhkan fundraising. Itu pekerjaannya beliau serta saya duga jika yang lakukan fundraising contohnya orang seperti Pak Erick, jadi yang memberi ini itu lebih yakin,” tuturnya.

Akan tetapi, Arsul mengakui tidak tahu telah sejauh manakah kapasitas Erick, termasuk juga sumbangan apa yang telah disatukan. Menurut dia, mereka cuma setuju supaya apakah yang digerakkan mesti sama dengan UU.
“Saya duga ini kan dikerjakan oleh ke-2 pasangan calon tentu berjalanlah. Hanya jika sejauh manakah efektivitasnya dan lain-lain, itu ya mesti di tanya pada Pak Ericknya langsung,” katanya.

“Yang pasti dari persetujuan kita intinya tidak melanggar dari bagian jumlahnya seperti yang berada di UU Pemilu itu,” ujarnya.