Tidak sekedar manusia, anjing piaraan sekarang pun miliki kartu jatidiri seperti KTP. Anjing pun dipasangi mikrocip yg berisi jatidiri anjing serta pemiliknya. Kepala Sektor Peternakan serta Kesehatan Hewan Dinas (KPKP) DKI Sri Hartati menyebutkan Pemprov DKI memberikannya 500 mikrocip gratis buat anjing yg dirawat oleh orang menjadi percontohan kebijaksanaan baru. Menurut Hartati, mikrocip ini miliki ukuran kecil seperti sebutir beras yg dipasang pada sisi bawah kulit.

Simak juga:  ukuran kartu nama

“Mikrocip ini cuma gratis saja 500, jadi jika tidak kebagian ya beli sendiri. Sesaat buat dukungan saja buat mensupport saja, buat contoh namanya ketentuan baru,” tutur Hartati kala dihubungi wartawan, Selasa (9/10). Jika beli sendiri, tentulah harga mikrocip tidak murah, dapat menggapai beberapa ratus ribu rupiah.

Mikrocip itu adalah serangkaian program Pemprov DKI buat pengendalian rabies sejumlah Rp 925. 487. 992. Keseluruhan budget itu termasuk juga buat pencetakan jatidiri buat anjing sekitar 10 ribu lembar sebesar Rp 20 juta. Budget dapat disaksikan di situs apbd. Jakarta. Go. Id.

Artikel terkait:  Ukuran Kertas A 5

Hartati memaparkan, buat pemilik anjing didambakan mikrocip binatang peliharaannya buat lekas dipasang. Pemasangan ini, kudu dijalankan oleh tiap-tiap orang yg miliki anjing. Mikrocip ini menjadi pemantau rekam jejak anjing.
“Peraturannya tiap – tiap anjing berpemilik buat gunakan mikrocip jadi dari tempat mana saja silahkan beli sendiri, di klinik di dokter hewan dapat coba. Dalam pergubnya kudu buat pemilik anjing bukan hewan lainnya ya cuma anjing saja,” ujarnya.
Baca juga: Ukuran Kertas A 3

Pemasangan mikrocip pada anjing di Jakarta buat memperoleh KTP anjing (Photo: dok Kepala KPKP DKI Jakarta Tri Hartati)

Selesai anjing miliki mikrocip, Hartati memaparkan, anjing dapat miliki kartu jatidiri berbentuk kartu identiifkasi. Kartu itu didambakan bisa mendukung mengecheck lis sejarah kesehatan anjing itu.
“Iya kartu identifikasi. Mikrocip itu identifikasi hewan, kan di kartu dimaksud nama, alamat, style (ras), dll. Anjing itu beridentitas. Kelak jika contoh hilang atau orang tidak bertanggung-jawab buang, contohnya, ketauan punya siapa. Itu salah satunya faedahnya, “tangkisnya.

Baca juga:  Ukuran Kertas A 3

“Kelak jatidiri nama di-scan, oh nomer demikian nama ini style ini oh ada vaksinasinya. Vaksinasi disana udah vaksin belumlah ada datanya,” jelas Hartati.
Pemprov DKI mulai mengontrol pengendalian rabies yg tertuang dalam Pergub DKI Nomer 199 Tahun 2016 mengenai Panduan Pelaksanaan Pengawasan Hewan Rawan Rabies dan Mencegahan serta Penanggulangan Rabies. Pergub ini lahir di saat Gubernur Basuki T Purnama alias Ahok.