Calon Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024, Khofifah Indar Parawansa bagikan panduan serta pendapat pada beberapa puluh calon anggota legislatif yang berkunjung ke tempat tinggalnya untuk belajar mendekati Pileg 2019, Minggu (30/7/2018).

Pada puluan orang itu, Khofifah menjelaskan jika dia terlatih untuk bikin analisa SWOT yakni Strength (Kemampuan), Weakness (Kekurangan), Opportunity (Kesempatan), serta Threat (Ancaman).

“Saya ya membuat kotak-kotak SWOT sendiri. Tetapi saya merekomendasikan untuk bikin SWOT per individu serta dengan rekan sebab terkadang kita tidak dapat lihat kesempatan sendiri,” kata Khofifah.

Dia minta beberapa calon legislatif wanita tidak untuk memercayakan analisa SWOT yang di keluarkan oleh partai saja. Tetapi ikut membuat analisa SWOT sendiri semasing calegnya.

Begitupun bila ada calon legislatif yang pilih tandem dengan calon legislatif lainnya dari instansi legislatif tingkat yang tambah tinggi. Memang Khofifah mengaku skema tandem itu tambah murah serta menguntungkan.

Read more : analisis SWOT

“Tetapi tandemnya ini pula mesti dikerjakan analisis SWOT. Jangan pernah justru membuat lemah,” paparnya.

Permpuan yang Ketua Umum PP Muslimat NU ini menjelaskan, rintangan penting buat wanita yang maju dalam kontestasi politik ialah kurangnya waktu mobilitas politik, walau sebenarnya mereka ikut perlu unutk menegur penduduk sebanyak-banyaknya.

Dia memberikan contoh waktu kampanye Pilgub Jawa timur lantas, dia sehari-hari rata-rata berkunjung ke sembilan sampai sebelas titik.

“Berarti dari pagi sampai pagi pagi hari. Karena jika tidak demikian jika sekedar hanya hadir, masyarakat akan tidak sampai kenal benar dengan kita,” tuturnya.

Ibu empat anak ini memperingatkan supaya calon legislatif yang pergi dari orang biasa tidak terasa kecil hati serta pesimis. Memang kesempatan buat calon legislatif yang mempunyai kerabat atau orangtua penguasa serta tokoh besar itu lebih terbuka.

Akan tetapi bermakna yang demikian sebaliknya tidak dapat memperoleh peluang yang sama. “Jadi tidak ada hal-hal lain lagi terkecuali usaha keras serta usaha keras. Khofifah ini pula bukan anak penguasa ataupun tokoh besar,” kata wanita yang telah jadi DPR RI empat kesempatan ini.

Dia menyebutkan jika nada pemilih logis ikut perlu diambil lewat cara memberi penawaran yang programatik serta sistematik. Perang inspirasi serta pengembangan memang jadi penilaian penting buat pemilih logis.

Di lain sisi Khofifah memberi dukungan supaya keterwakilan wanita dalam dunia politik dapat bertambah. Sebab wanita punya keinginan supaya terjaga politik yang damai, sejauk serta santun.

Siti Nurjanah, Direktur Women and Youth Development Institute of Indonesia (WYDII) menjelaskan, beberapa puluh calon legislatif yang ada ke rumah Khofifah terbagi dalam sepuluh partai berlainan.

“Mereka dari 10 partai yang berlainan. Mulai PPP, Partai Golkar, Partai Gerindra, Perindo, PKB serta beberapa partai lainnya,” kata Nurjanah.

Related : perusahaan manufaktur

Selanjutnya dia menyebutkan beberapa calon legislatif ini sedang melakukan kursus mengenai persiapan taktik melawan Pileg 2019.

Mereka menyengaja dibawa serta disandingkan dengan Khofifah, untuk memperoleh transfer pengetahuan, pengalaman serta evaluasi dari figur wanita yang barusan menang dalam kontestasi politik Jawa Timur yakni Khofifah.

“Gus Dur tetap katakan untuk be yourself, jadilah diri pribadi, and do the best, kerjakan yang terunggul. Serta tidak ada yang spesial tidak hanya usaha keras, usaha keras, serta usaha keras,” kata Khofifah memulai session share bersama dengan beberapa calon legislatif wanita ini.

“Akan tetapi yang saya anjurkan ialah meet the people, turun ke penduduk serta jumpai mereka, bersapa. Karena jika cuma sharing video itu akan tidak cukuplah dibanding berjumpa langsung,” kata Khofifah.

Pertemuan itu ikut dibarengi dengan session bertanya jawab. Banyak yang sharing jika perlakukan diskriminasi dari calon legislatif lelaki, dan beberapa ada yang minta supaya mereka dikasih panduan untuk dapat menang Pileg.