Terobosan selalu dikerjakan Komisi Penentuan Umum (KPU) Pusat untuk menggandeng nada dari generasi milenial. Diantaranya dengan memperkenalkan Rumah Pandai Pemilu ke mahasiswa. Seperti yang dikerjakan Ketua KPU Pusat Arief Budiman di Kampus Muhammadiyah Malang (UMM) tempo hari.

”Jadi, untuk mengundang perhatian beberapa anak muda supaya memakai hak pilih, ya mesti pendekatan ala milenial,” tutur Arief Budiman, tempo hari.

Pendekatan ala milenial yang disebut itu lewat beberapa program. Salah satunya KPU menggerakkan pemerintah daerah bangun Rumah Pandai Pemilu. ”Rumah Pandai ini dibuat di obyek wisata serta di dalamnya menyiapkan semua info mengenai pemilu, terutamanya di daerah. Di Jogjakarta telah menjaring satu juta pengunjung,” katanya.

Jika dapat, Rumah Pandai Pemilu dapat dibuat di tiap-tiap propinsi. Lalu, di program yang lain, KPU ikut membuat relawan demokrasi yang terbagi dalam berbagai unsur. ”Ada mahasiswa, penyandang disabilitas, grup marginal, serta yang lain. Mereka ikut kita didik, kita latih, untuk sebarkan info mengenai pemilu,” singkat pria kelahiran Surabaya ini.

Baca Juga: analisis SWOT

Arief memberikan, KPU ingin beberapa pelajar serta mahasiswa menjadi agen demokrasi. Hingga penerapan pemilu lima tahun ke depan akan makin mudah. Angka pemilih pemula ikut tinggi. ”Karena beberapa pelajar ini telah lebih memahami pemilu. Mereka telah sadar hak pilih mereka sendiri. Tapi jika tahun ini tidak berhasil menjaring simpatisan, 5 tahun kembali tambah lebih berat buat kita,” kata Arief.

Baca Juga: pengertian analisis

Dari pendekatan ala anak milenial ini, Arief mengharap angka pemilih pemula dapat tembus diatas 77,5 %. ”Trennya kok naik selalu sampai sekarang ini. Jadi, kami meyakini 2019 naik 2x lipat,” katanya.